AYOJAKARTA.COM - Korban kasus kekerasan seksual di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung berinisial FH bersama ibu dan keluarganya mengadakan pertemuan tertutup dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan Bandung pada Minggu siang.
Pertemuan ini berlangsung secara tertutup dan dihadiri oleh beberapa pihak termasuk tim pendamping korban.
FH dan keluarganya datang dengan didampingi oleh sejumlah kuasa hukum dari Jabar Istimewa yang telah ditunjuk untuk menangani kasus ini.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi menunjukkan perhatian besar terhadap nasib korban dengan mendengarkan secara langsung kesaksian FH dan keluhan dari keluarganya.
Gubernur memahami betul dampak psikologis dan sosial yang dialami korban akibat peristiwa traumatis tersebut, sehingga ia berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan bantuan komprehensif kepada korban dan keluarganya.
Baca Juga: Vivo V50 Lite Si Cantik Hadir dengan Desain Premium, Baterai Jumbo, Chipset Irit
Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk memberikan bantuan menyeluruh kepada korban dengan menyediakan dukungan ekonomi berupa tempat tinggal sementara yang lokasinya akan dirahasiakan demi keamanan korban.
"Sehingga satu alamatnya pindah tidak boleh ada orang yang tahu kecuali saya aja yang tahu," tegas Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan.
Gubernur juga memperhatikan aspek hukum dengan menjelaskan, "Kemudian yang kedua aspek komunikasi publik dan pendampingan yang bersifat yuridis nanti ada pemeriksaan nanti ada sidang di pengadilan maka saya menyiapkan tim kuasa hukum free. Tim kuasa hukumnya hari ini sudah membuat surat kuasa dan kemudian setelah itu tim kuasa hukumlah nanti yang bekerja untuk melindungi keluarga ini."
Tidak hanya itu, Gubernur juga memutuskan untuk menjadikan Gedung Pakuan sebagai pusat pengaduan (posco) bagi semua korban kekerasan seksual di RSHS Bandung, yang menunjukkan keseriusan pemerintah provinsi dalam menangani kasus-kasus serupa.
Bantuan hukum yang disediakan bersifat gratis dan akan diberikan tidak hanya untuk FH, tetapi juga mencakup dua korban lainnya yang mengalami kekerasan seksual serupa.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, hingga saat ini tercatat ada tiga korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh tersangka Dr. Residen Priguna di RSHS Bandung.
Selain FH sebagai korban utama yang kasusnya kini mendapat perhatian publik, dua pasien lainnya juga telah diidentifikasi sebagai korban pelampiasan nafsu terlarang dari tersangka dokter residen tersebut.
Kasus ini telah ditangani oleh pihak kepolisian dengan serius, dimana Dr. Residen Priguna saat ini telah ditahan di Polda Jawa Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Penahanan tersangka merupakan langkah penting dalam proses penegakan keadilan bagi para korban.
Kekerasan seksual di lingkungan rumah sakit ini menjadi perhatian serius berbagai pihak termasuk Pemprov Jawa Barat yang langsung mengambil tindakan perlindungan terhadap korban.

Share this article
FH dan keluarganya datang dengan didampingi oleh sejumlah kuasa hukum dari Jabar Istimewa yang telah ditunjuk untuk menangani kasus ini.