AYOJAKARTA.COM -- Buntut ditemukannya pemilik tas berisi uang palsu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada 7 April lalu, kepolisian terus melakukan pengembangan.
Berdasarkan hasil keterangan yang berhasil diperoleh terkait kepemilikan uang palsu tersebut, polisi kemudian menyambangi sebuah rumah di kawasan Bogor, Jawa Barat.
Dari hasil penggerebekan, kepolisian kembali meringkus tersangka lain yang dicurigai sebagai bagian dari sindikat pembuatan dan penyebaran uang palsu.
Di rumah tersebut, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah alat bukti berupa uang palsu dalam bentuk Rupiah dan Dollar Amerika, serta alat-alat pencetak.
Dalam keterangannya kepada awak media, Kompol Haris Akhmad Basuki selaku Kapolsek Metro Tanah Abang menyebut rumah di Bogor itu sebagai lokasi produksi uang palsu.
Selain mengamankan rumah tersebut, kepolisian juga berhasil meringkus dua tersangka pengedar dan penyebar uang palsu.
Saat dilakukan penangkapan, tersangka sempat mencoba melakukan perlawanan, namun upaya tersebut berhasil dipatahkan oleh anggota kepolisian.
Baca Juga: Terlibat Kasus Uang Palsu, Dua Pegawai UIN Alauddin Dipecat
Saat dimintai keterangan, para tersangka mengaku telah menyebarkan uang palsu tersebut ke sejumlah pasar sebelum akhirnya diamankan pihak kepolisian.
Menurut Kompol Martua Malau, Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang, salah satu tersangka pengedar memperoleh uang palsu sebesar Rp 1 miliar dari Subang.
Penemuan Uang Mencurigakan oleh Warganet
Terkait dengan kabar penangkapan komplotan pembuat dan penyebar uang palsu, warganet juga sempat dibuat terkejut oleh penemuan uang mencurigakan berbentuk pecahan Rp 50.000.
Berbeda dengan uang terbitan Bank Indonesia yang polos tanpa tulisan, uang yang ditemukan oleh warganet memiliki sederet tulisan bernada umpatan, seperti Koruptor B*angsat, pada bagian sudut kanan bawahnya.
Saat dilakukan pengujian dengan Sinar Ultraviolet, uang yang diduga palsu temuan warganet memperlihatkan tanda air, sebagaimana terdapat pada uang asli.
Ribuan warganet langsung menyebarluaskan hasil pemeriksaan uang palsu melalui platform Instagram. Selain memposting ulang unggahan tersebut, warganet juga memberikan berbagai komentar yang mempertanyakan dugaan keterlibatan Perum Peruri.
Menurut beberapa warganet, tulisan bernada hujatan pada uang tersebut bisa saja diperoleh karena penyuntingan menggunakan mesin printer.
Dalam proses pembuatan dan pencetakan uang, seluruh pekerja di Perum Peruri diwajibkan mengikuti aturan ketat.
“Uang asli terus di print pakai printer jadinya seperti itu, kalau asli dari BI gak mungkin karena Peruri ketat,” tulis warganet pemilik akun @r*zaaj*.***

Share this article
Marak sindikat uang palsu. Warganet temukan uang goban dengan pesan anti-koruptor yang bikin geger. Benarkah uang tersebut asli?