AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini viral video orang Korea yang rusuh di konser Golden Disc Awards (GDA) 2024 yang digelar di Jakarta Internasional Stadium (JIS).
Dalam video yang beredar, fans Korea itu ada yang sampai mendorong dan berteriak saat berada di konser GDA.
Atas kericuhan tersebut, publik pun mulai bertanya siapa orang Korea yang rusuh di konser GDA 2024.
Baca Juga: Viral Chat WhatsApp Pria dan Wanita Bahas Kodrat Perempuan, Warganet Dibuat Gempar
Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Korea Reomit itu pun mengulik siapa fans Korea yang membuat kericuhan dalam konser tersebut.
Jang Hansol pun mencari tahu siapa sosok fans Korea tersebut, rupanya orang yang melakukan kericuhan mendadak menghapus platform Twitter atau X pribadinya.
Namun, Hansol berhasil menemukan kembali Twitter orang yang bersangkutan melalui website Sotwe.com.
Sotwe.com adalah website yang bisa menganalisa bagaimana performance sebuah akun di Twitter.
Dalam keterangannya, akun orang Korea tersebut bernama Daeri Jjiksa HomeRunBall, dan setelah diterjemahkan Daeri artinya joki, Jjiksa artinya Tukang foto dan Hmrun Ball berarti nama kue.
Sehingga dapat diartikan dia adalah seorang tukang foto yang dibayar.
“Daeri Jjiksa ini sebenarnya konsepnya mirip sama Homepage Master cuman mereka lebih kaya profesi, jadi dibayar untuk memfoto orang dan fotonya ini dikirimkan kepada orang yang membayar mereka,” kata Hansol.
Baca Juga: Sempat Viral Kericuhan di Golden Disc Award 2024, YouTuber Jang Hansol Bagikan Fakta Mengejutkan Ini
Menurut penjelasannya, kemungkinan besar orang-orang ini pergi ke panggung bela-belain membawa kamera karena dia sudah dibayar untuk menjepret artis-artis tertentu.
Selain itu biasanya Daeri Jjiksa ini berlaku jika ada artis-artis level atas.
“dulunya itu cuma ada Daeri Jjiksa orang Korea tapi sekarang katanya nggak cuman orang Korea tapi dari berbagai negara,” katanya.
Biaya untuk menjewa Daeri Jjiksa ini berkisar Rp 1,2 juta hingga Rp 2,4 juta tergantung orang dan lokasi.
“Ada jasa Daeri Jjiksa biayanya 100.000 won untuk dalam negeri (Rp 1,2 juta) dan 200.000 won untuk luar negeri (Rp 2,4 juta) di tahun 2018,” kata Hansol.
“Bahkan ada juga yang bilang foto 7 lembar diharga 100.000 won,” pungkasnya.
Dan informasinya, Daeri Jjiksa ini telah disediakan dua tiket oleh pihak yang membayar untuk berjaga-jaga jika dia diminta keluar karena ketahuan membawa kamera.
“Jadi mereka misalkan masuk terus ketangkap mereka disuruh keluar karena bawa kamera, mereka ini pakai tiket lain lagi untuk masuk lagi melalui gerbang yang lain,” ujarnya.***

Share this article
Baru-baru ini viral video orang Korea yang rusuh di konser Golden Disc Awards (GDA) 2024 yang digelar di Jakarta Internasional Stadium (JIS)