AYOJAKARTA.COM - Kericuhan sempat terjadi pada acara Golden Disc Award (GDA) 2024, khususnya saat event tersebut digelar di Jakarta pada tanggal 6 Januari 2024.
GDA yang selalu dinanti oleh para penggemar K-pop, kali ini menjadi sorotan karena suasana yang tak hanya penuh euforia tetapi juga diwarnai dengan insiden kericuhan.
Golden Disc Award merupakan ajang penghargaan musik yang melibatkan sejumlah artis K-pop papan atas. Acara ini menjadi magnet bagi para pecinta musik Korea di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
GDA 2024 di Jakarta tidak hanya dimeriahkan oleh penampilan gemilang para idol Kpop, tetapi juga oleh berbagai kontroversi.
Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan adanya keributan di tengah-tengah acara tersebut.
Lantas seperti apakah fakta dari kisruh di GDA 2024 beberapa waktu lalu?
Dikutip dari YouTube Korea Roemit, pada Kamis 11 Januari 2024, keributan itu terjadi karena adanya beberapa orang yang membawa kamera profesional ke dalam venue.
Kamera profesional tersebut seharusnya dilarang masuk ke dalam acara, karena dapat mengganggu penonton dan menghambat jalannya acara.
Selain itu, tampaknya ada beberapa orang yang mencoba memasuki venue tanpa menunjukkan bukti bahwa mereka memiliki tiket untuk acara tersebut.
Terkait dengan keributan tersebut, beberapa akun di media sosial, seperti Serafin dan Zidan di Twitter atau yang sekarang bernama akun x memberikan informasi terkait pelanggaran aturan yang terjadi.
Di antaranya, larangan membawa kamera profesional, aksi kekerasan verbal dan fisik, serta beberapa pelanggaran lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan penonton.
Namun, yang lebih mengejutkan adalah adanya beberapa orang yang disebut sebagai "Deri Chiksa" atau "joki ambil foto."
Mereka disebut membawa kamera profesional dengan maksud untuk mengambil foto-foto artis K-pop, dan seolah-olah menjadi fotografer profesional.
Informasi ini tentu memicu keributan dan menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana mereka bisa memasuki acara dengan peralatan yang seharusnya tidak diizinkan.
Beberapa larangan seperti tidak membawa kamera profesional biasanya diberlakukan untuk menjaga kenyamanan penonton dan kelancaran acara.
Kehadiran Deri Chiksa yang seakan-akan menjadi "penjaja" foto juga menimbulkan pertanyaan etika, terutama terkait dengan hak cipta dan privasi para artis.
Meskipun kejadian kericuhan ini menjadi sorotan, kita juga tidak boleh melupakan keindahan momen-momen positif yang terjadi selama Golden Disc Award 2024.
Lineup yang mengesankan dan penampilan memukau dari berbagai artis K-pop membuat acara ini sangat dinanti.
Penting bagi para pecinta musik K-pop dan penggemar acara penghargaan untuk selalu menjunjung tinggi etika dan aturan yang berlaku, sehingga kehadiran mereka tidak hanya menyemarakkan acara, tetapi juga menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan aman bagi semua.***

Share this article
Kericuhan sempat terjadi pada acara Golden Disc Award (GDA) 2024, khususnya saat event tersebut digelar di Jakarta pada 6 Januari 2024 lalu