AYOJAKARTA.COM – Objek wisata The Geong Hutan Pinus Limpakuwus yang berada di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mendadak jadi sorotan publik.
Pasalnya tempat wisata Hutan Pinus Limpakuwus yang dikenal dengan ikon jembatan kacanya baru saja memakan korban jiwa.
Akibat pecahnya salah satu bagian kaca di tempat wisata Hutan Pinus Limpakuwus tersebut, satu orang wisatawan meninggal dunia dan tiga lainnya terluka.
Menurut salah seorang warga setempat bernama Sunarto yang menyaksikan peristiwa tersebut, kaca secara tiba-tiba mengalami pecah.
“Tiba-tiba aja pecah, langsung gruugh, dan pecah, kalau kelebihan muatan atau tidak, saya kurang tahu,” terangnya.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Geledah 3 Rumah Buntut Dugaan Kasus Pemerasan Terhadap SYL, Kemana Firli Bahuri?
Lebih lanjut Sunarto menjelaskan jarak antara jembatan dengan dasar tanah mencapai ketinggian sekitar sepuluh sampai dengan lima belas meter meter.
Sebelum dinyatakan meninggal, Sunarto menjelaskan para korban yang terjatuh dari jembatan sempat mendapatkan pertolongan.
Sementara untuk korban luka-luka, masih menjalani perawatan intensif di Unit Geriatri RS Margono Soekarjo, Purwokerto.
Berdasarkan keterangan yang didapat dari PJ Bupati Banyumas, Hanung Cahyo Saputro kondisi para korban dalam keadaan baik.
“Kondisinya bagus, sadar dan masih bisa berbicara, bahkan bisa cerita runut mulai dari jalan sampai kemudian jatuh,” jelas Hanung.
Baca Juga: Prabowo-Gibran Hari Ini Jalani Tes Kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Hasilnya Aman?
Namun demikian, Hanung menambahkan para korban masih belum bisa mengingat peristiwa rinci yang menyebabkannya terjatuh.
“Tiba-tiba di sini sadarnya, alhamdulillahi keluarganya nungguin semua,” imbuh Hanung kepada awak media.
Peristiwa pecahnya jembatan kaca di Limpakuwus juga mendapat perhatian dari Kompol Agus Supriyadi selaku Kasat Reskrim Polresta Banyumas.
Menurut Agus, berdasarkan hasil olah TKP dan informasi didapatkan sejumlah fakta terkait dengan wahana tersebut.
Selain sudah dibangun selama 11 bulan, jembatan kaca Limpakuwus juga belum memiliki hasil uji kelayakan dari pihak terkait.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa usaha wahana wisata dibangun oleh pemilik beserta dengan rekan-rekannya secara kolektif.
“Yang keempat adalah tidak ada sistem pengamanan yang memadai yang tertulis untuk dibaca oleh pengunjung,” ungkapnya.
Terkait dengan peristiwa pecahnya jembatan kaca, Kapolresta Banyumas Kombes Pol Edy Suranta memberikan pernyataan.
Menurut Edy, wisatawan yang menjadi korban jembatan kaca tersebut berasal dari Cilacap dan datang bersama rombongan berjumlah 11 orang.
Akibat adanya korban jiwa, Edy menyebut akan mendatangkan tim khusus untuk melakukan uji kelayakan terhadap wahana tersebut.
“Kami masih pasang Police Line, nanti kami akan menggandeng ahli terkait dengan jembatan kaca,” jelasnya seperti dikutip Ayojakarta pada Kamis, 26 Oktober 2023 dari Kompas TV.

Share this article
Pasalnya tempat wisata Hutan Pinus Limpakuwus yang dikenal dengan ikon jembatan kacanya baru saja memakan korban jiwa.