AYOJAKARTA.COM - Akibat harga gas LPG 3 kg yang mahal dan stok langka, warga di beberapa daerah berinovasi agar kompor mereka tetap menyala.
Di tengah situasi sulit ini, sejumlah warga telah menemukan solusi alternatif untuk keperluan memasak.
Di Kabupaten Pati, salah satu pelaku usaha mikro, yang biasa mengandalkan 2-3 tabung LPG 3 kg per hari untuk menggoreng keripik tempe, kini terpaksa beralih menggunakan kayu bakar.
Menurutnya, pengadaan LPG memakan waktu hingga tiga hari untuk mendapatkan satu tabung, dengan harga yang tidak stabil mencapai Rp25.000.
“Biasanya saya bisa mendapatkan 2 sampai 3 tabung, tapi sekarang susah sekali, jadi saya harus pakai kayu bakar,” ujarnya dikutip dari kanal YouTube METRO TV pada Kamis (6/2).
Sementara itu, di Balong Wetan, Umbul Harjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, seorang warga bernama Sunario telah mengembangkan sistem biogas dari kotoran sapi.
Selama dua hari, kotoran sapi yang dikumpulkan dan ditampung dalam wadah khusus dapat menghasilkan gas yang cukup untuk keperluan memasak sehari-hari.
Sunario, yang telah memanfaatkan teknologi biogas ini selama 10 tahun, menambahkan bahwa sisa gas setelah proses pemakaian juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik dengan kualitas yang lebih subur.
Inovasi ini muncul meski Presiden Prabowo telah memerintahkan agar pengecer kembali diperbolehkan berjualan gas LPG 3 kg.
Baca Juga: Pengajuan PPG 2025 Terjadi Kendala? Begini Cara Mengatasi Status 'Tidak Memenuhi' di Sistem EMIS
Namun, kendala pasokan dan harga yang melambung membuat banyak masyarakat harus mencari alternatif lain agar kegiatan memasak tetap berjalan.
Solusi kreatif dari warga Pati dan Sleman menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat merespon situasi sulit dengan inovasi lokal.
Sementara pemerintah terus berupaya menstabilkan pasokan gas subsidi, para pelaku usaha dan warga terus beradaptasi dengan alternatif yang ada demi menjaga aktivitas sehari-hari.

Share this article
Akibat harga gas LPG 3 kg yang mahal dan stok langka, warga di beberapa daerah berinovasi agar kompor mereka tetap menyala.