AYOJAKARTA.COM – Sudah sepuluh hari lamanya TikTok Shop ditutup dan dihilangkan dari aplikasi TikTok.
Pasalnya bermula dari para pedagang di Tanah Abang yang merasa pendapatan mereka berkurang sejak adanya TikTok Shop.
Terlebih karena adanya predatory pricing atau menetapkan harga jual di bawah modal sehingga mematikan usaha saingan.
Sederhanya, bahan dan kualitas yang sama namun harga jauh lebih murah, membuat pedagang dari Pasar Tanah Abang semakin sepi dengan konsumen.
Mereka pun diketahui hanya mengandalkan pembeli dari daerah.
Namun, sebagai informasi pihak TikTok sendiri ternyata tidak memiliki izin untuk menjalankan bisnis e-commerce yang mana merugikan negara.
Tentu pemerintah pun kini akan melakukan regulasi yang sesuai, bahkan beredar kabar bahwa TikTok Shop akan kembali hadir.
Usai TikTok Shop tutup beredar kabar bahwa para pedagang Tanah Abang meminta pemerintah untuk menutup seluruh e-commerce seperti Shopee dan Lazada.
Permintaan pedagan Tanah Abang ini pun mendapatkan respons negatif dari warganet.
Salah satunya respons dari Cici Konten atau Victoria Wong yang membahas realita bahwa sebenarnya pedagang Tanah Abang telah mempunyai toko online di situs bernama tanahabang.com.
Baca Juga: Keluarga DSA Tolak Uang Damai dari Kerabat Ayah Ronald Tannur di PKS, Siapa?
“Nah, aku mau kasih tahu hal menarik. Sebenarnya tanah abang tuh udah punya website loh namanya tanahabang.com.” ujar akun Instagram @victoriawong68 dikutip AyoJakarta.com pada Sabtu 14 Oktober 2023.
Lebih lanjut, ternyata di situs tersebut juga pedagang Tanah Abang telah memasukkan produk dengan barang yang terbatas.
Selain itu, nomor yang tertera di toko tersebut tidak aktif dan masih menggunakan WhatsApp.
“… boro2 link check out buat orang beli langsung, ini semua masih ngarahin ke WA. Dan itupun beberapa WA nya ga aktif. Dan bahkan mereka ga mencoba upload lebih dari satu foto produk dengan alasan tidak bisa upload semua di portal ini.” Lanjutnya.
Berbicara soal situs yang tidak mumpuni dan masyarakat lebih memilih e-commerce konten kreator tersebut setuju bahwa barang cross border yang dari luar negeri harganya sangat murah bahkan tidak masuk akal.
Pemerintah memang harus memberikan regulasi yang jelas agar tidak mematikan UMKM Indonesia.
Baca Juga: Keluarga DSA Tolak Uang Damai dari Kerabat Ayah Ronald Tannur di PKS, Siapa?
“nah jadi sebenarnya keluhan mereka soal harga di e-commerce lebih murah itu aku pribadi setuju kok. Toko2 barang cross border yang dari luar yang harganya murah banget dan ga masuk akal memang harus diregulasi supaya ga matiin UMKM Indonesia.” pungkasnya.
Menurutnya selain regulasi dan subsidi kepada pedagang Tanah Abang, diperlukan juga edukasi.
Karena membeli barang secara online sudah menjadi kebiasaan warga di era sekarang.
“…jadi selain regulasi dan subsidi, aku percaya edukasi juga diperlukan. Karena mau semua e-commerce tutup pun percayalah market akan cari cara untuk beli online. Karena udah jadi kebiasaan.” jelasnya.***

Share this article
Warganet ini sindir pedagang tanah abang yang minta e-commerce ditutup namun miliki penjualan online tidak mumpuni