AYOBANDUNG.COM – Seorang siswi SMP berinisial SFA yang tercatat sebagai pelajar di Jambi masih menjadi sorotan publik.
Siswi SMP asal Jambi berinisial SFA ini menjadi sorotan usai unggahan videonya yang berisi kritik kepada putra sulung Jokowi tersebar di media sosial.
Dalam unggahan video berisi kritik SFA yang tersebar, siswi SMP asal Jambi ini menganggap pencalonan Gibran Rakabuming menyalahi aturan.
Karena itu, dalam kritiknya SFA meminta agar Presiden bisa bersikap sebagaimana telah ditentukan oleh perundang-undangan.
Akibat kritik yang disampaikan tersebut, sejumlah orang yang diduga merupakan relawan paslon 02 kemudian melaporkan siswi SMP tersebut ke kepolisian.
Sehubungan dengan adanya pelaporan tersebut, pihak keluarga berharap agar muatan kritik yang disampaikan SFA tidak disikapi secara berlebihan.
Menurut Paradilla Alkaff yang merupakan kakak dari SFA, unggahan video adiknya yang beredar di publik merupakan video lawas.
Adapun kronologisnya, Paradilla menilai bermula saat adiknya mengkritik Gubernur Jambi yang dinilai sudah merugikan neneknya.
Buntut dari kritik terhadap Gubernur tersebut, kemudian bergeser menjadi opini pribadi yang menyeret nama Gibran Rakabuming.
Video tersebut, menurut penjelasan Dilla diunggah jauh sebelum nama Gibran diresmikan oleh KPU sebagai salah satu cawapres.
“Saat itu Mas Gibran belum diumumkan menjadi paslon 02, jadi dia ini memancing, untuk melihat ending-nya,” jelas Dilla.
Baca Juga: Wajib Tahu! Inilah Aturan Kacamata Setiap Sekolah Kedinasan, Ada yang Diwajibkan Lasik Setelah Lolos
Adapun pernyataan-pernyataan yang disampaikan SFA, menurut Dilla merupakan hasil penafsiran pribadi yang kemudian berujung pada kenyataan.
“Akhirnya benar, Mahkamah Konstitusi berujung jadi Mahkamah Keluarga, jadi omongan dia bener,” imbuhnya.
Lebih lanjut Dilla menyebut, polemik yang berkembang terkait dengan kritik adiknya merupakan kondisi yang terlalu dibesar-besarkan oleh sejumlah media.
Selain karena bertepatan dengan masa kampanye, pernyataan SFA menurut Dilla juga masih cukup relevan untuk digoreng dan disulap menjadi muatan politis.
Terkait dengan pernyataan yang disampaikan Paradilla mengenai akar persoalan yang terjadi kepada SFA, Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Presiden memberi tanggapan.
Menurut Erlinda, permasalahan yang dialami SFA tidak seharusnya dijadikan sebagai tameng ataupun kambing hitam oleh siapapun.
Karenanya Erlinda berharap, apa yang terjadi dengan SFA bisa menjadi salah satu pembelajaran bagi siapapun untuk lebih berhati-hati menggunakan media sosial.
Baca Juga: Analis Sebut Pertemuan Jokowi dan Prabowo Bukan Urusan Biasa: PDIP dan Ganjar Harus Sadar
Berkenaan dengan masukan ataupun kritik yang ingin disampaikan publik terhadap Presiden, KSP telah menyediakan kanal khusus.
Erlinda berharap siapapun yang terlibat dalam proses pelaporan bisa sama-sama mencari solusi positif, mengingat SFA masih tergolong anak-anak.
“Semua kembali ke Undang-undang Perlindungan Anak,” jelas Erlinda dikutip Ayojakarta, Sabtu 6 Januari 2024 dari tvOneNews.

Share this article
Seorang siswi SMP berinisial SFA yang tercatat sebagai pelajar di Jambi masih menjadi sorotan publik sebab keberaniannya mengkritik.