AYOJAKARTA.COM - Warga Ciamis, Jawa Barat dibuat gempar dengan beredarnya aksi pemb*nuhan dan mutilasi yang dilakukan seorang suami kepada istrinya.
Diduga karena mengalami depresi, peristiwa yang terjadi pada Jumat 3 Mei 2024 pagi hari lalu sontak menggegerkan warga sekitar TKP.
Hal tersebut terjadi karena menurut pengakuan warga, pelaku yang diketahui bernama Tarsum sempat mempertontonkan jenazah korban.
Terkait dengan kasus yang menggemparkan warga, AKBP Akmal selaku Kapolres Ciami memberikan tanggapan.
Menurut keterangan yang disampaikan Akmal, keluarga sempat mendatangi Puskesmas setempat setelah menyadari adanya perubahan sikap Pelaku.
“Beberapa hari terakhir kondisi kejiwaan dari Pelaku ini memang ada perubahan yang signifikan, gampang marah, berubah-ubah dan sempat kabur dari rumah,” jelasnya dikutip dari YouTube Kompas TV, Minggu (5/5/2024).
Lebih lanjut, Akmal menambahkan pihak Puskesmas sempat memberikan obat penenang serta meminta informasi terkait kondisi Pelaku.
Namun demikian, upaya yang dilakukan keluarga terhadap kondisi Tarsum justru berujung pada kasus pemb*nuhan disertai dengan mutilasi.
Baca Juga: Ada Bantuan Rp3 Juta Setiap 3 Bulan untuk Pemilik KTP dan KK Ini, Kamu Dapat Nggak?
Langkah-langkah pemeriksaan sempat dilakukan pihak kepolisian, namun terhambat mengingat kondisi kejiwaan Pelaku yang masih belum sepenuhnya pulih.
Sehubungan dengan adanya perkara yang hingga kini masih menyedot animo di jagat maya, Psikolog Forensik Reza Indragiri ikut memberikan tanggapan.
Menurut Reza, proses penanganan perkara pidana perlu lebih dikedepankan ketimbang berusaha menyembuhkan kondisi kejiwaan pelaku.
Selain karena perkara tersebut bukan saja persoalan klinis, tetapi juga memiliki korelasi sangat jelas dengan tindak pidana.
“Mari kita pahami masalah ini bukan sebagai masalah klinis semata, tapi ini masalah forensik, bagaimana Pelaku mempertanggung jawabkan perbuatanya,” jelas Reza Indragiri.
Reza menambahkan, selain perlu mempertimbangkan pendapat warga sekitar dan pelaku, keterlibatan profesional juga dibutuhkan untuk mengungkap perkara.
Karena itu, Reza meminta agar masyarakat umum tidak secara tergesa-gesa memberikan penanganan yang bersifat klinis dengan mengabaikan sisi forensik.
“Bahwa ada tetangga yang menyebut sedang mengalami depresi, pernyataan itu keluar dari mulut seorang awam yang belum tentu tepat adanya,” imbuh Reza.
Baca Juga: 10 Kelemahan Golongan Darah O yang Tak Diketahui Banyak Orang, Apa Saja?
Sehubungan dengan dugaan motif yang melatar belakangi peristiwa tersebut, Reza memberikan tanggapan.
Menurut Reza, motif seseorang melakukan tindakan kekerasan hingga berujung pada pemb*nuhan bisa bermacam-macam.
Besarnya tumpukan energi-energi negatif dalam diri individu yang perlu diekspresikan, menurut Reza menjadi salah satu dugaan penyebab.
Saat seseorang melakukan suatu tindakan kekerasan, Reza menilai bisa disebabkan karena Motif Emosional dan Motif Instrumental.
Emosional karena luapan perasaan dan suasana hati, sementara Instrumental karena bertujuan mendapatkan sesuatu.
“Perbincangan soal motif relevan, kalau yang kita hadapi orang waras,” pungkasnya. ***

Share this article
Menurut Reza Indragiri, proses penanganan perkara ini perlu lebih dikedepankan ketimbang menyembuhkan kondisi kejiwaan pelaku.