AYOJAKARTA.COM - Staf Kementerian Keuangan, Yustinus Prastowo membalas cuitan Enzy Storia perihal nasib tasnya yang ditahan Bea Cukai.
Enzy Storia tidak menebus biaya penusan tasnya karena harga pajak Bea Cukai lebih mahal dibandingkan harga tas itu sendiri.
"Penasaran tas yang ngga gue tebus karena mahalan harga pajak daripada harga tasnya udah dikirim balik belum ya ke pengirim," tulis Enzy di akun Twitter miliknya @EnzyStoria, Kamis (16/5/2024).
Cuitan dari Enzy tersebut langsung direspons oleh Yustinus Prastowo lewat akun Twitter nya @prastow.
Yustinus Prastowo mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak Bea Cukai berkenaan hal tersebut.
Selain itu, ia juga mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak jasa pengiriman terkait.
"Kak @EnzyStoria terima kasih informasinya. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami sudah berkoordinasi dengan teman2 Bea Cukai dan saat ini sedang dikoordinasikan dg pihak jasa pengiriman," tulis Yustinus Prastowo.
Yustinus Prastowo mengucapkan terima kasih kepada Enzy karena sudah memberikan kronologi yang memudahkanya mencari solusi penyelesaiannya.
"Terima kasih telah berkenan memberikan kronologi yang akan memudahkan penyelesaian," lanjutnya.
Terkakhir, Yustinus Prastowo berjanji akan segera mencari informasj yang lebih lengkap dan solusi terbaik bagi kedua belah pihak.
"Kami segera kembali setelah mendapatkan informasi yang lengkap dan solusi terbaik. Salam hangat," pungkasnya.
Akhir-akhir ini, Bea Cukai menjadi sorotan publik karena biaya penebusan barang dari luar negeri yang dianggap sangat mahal.
Pada beberapa waktu yang lalu, salah satu pengguna Twitter mengaku harus membayar Bea Cukai tiga kali lipat dari harga barang yang ia beli.
Biaya pajak Bea Cukai yang tinggi tersebut menjadi keluhan masyarakat hingga saat ini.
Banyak dari mereka yang memilih meninggalkan barangnya dibandingkan harus menebus pajak Bea Cukai.***

Share this article
Staf Kementerian Keuangan, Yustinus Prastowo membalas cuitan Enzy Storia perihal nasib tasnya yang ditahan Bea Cukai.