Status DPO Pegi Setiawan Dinilai Tidak Jelas Sejak Awal, Mantan Wakapolri Oegroseno Angkat Bicara

Eks Wakapolri Komjen Pol (purn) Oegroseno dan Pegi Setiawan
Eks Wakapolri Komjen Pol (purn) Oegroseno dan Pegi Setiawan

AYOJAKARTA.COM - Mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno memberikan pandangan kritis terhadap proses penetapan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Pegi Setiawan.

Menurut Oegroseno, penetapan DPO terhadap Pegi sejak awal sudah tidak jelas dan menimbulkan berbagai pertanyaan.

Oegroseno menjelaskan bahwa sidang pra peradilan yang dilakukan biasanya hanya berkaitan dengan kasus pokok, bukan untuk memeriksa alibi.

"Kalau kita lihat ini kan hanya sidang alibi. Kalau sidang pra peradilan biasanya berkaitan dengan kasus pokoknya saja. Kalau alibi nanti untuk apa pra peradilan ini hanya kaitan dengan penangkapan, mungkin tidak sah, dilanjutkan penahanan," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pemeriksaan awal terhadap keluarga Pegi ketika polisi pertama kali datang ke rumahnya.

"Kalau kuat sekali adalah BAP keluarga Pegi di awal waktu polisi sudah datang ke rumahnya itu, diperiksa enggak keluarganya? Maksudnya ada enggak Pegi datang dan sebagainya. Karena dari awal tidak jelas sehingga hanya dibuatkan DPO," jelas Oegroseno.

Lebih lanjut, Oegroseno mempertanyakan prosedur penetapan DPO yang dilakukan tanpa pemeriksaan awal terhadap Pegi.

Baca Juga: Ungkap Rencana Jenguk Virgoun Bersama Starla, Inara Rusli: Iya Aku Lagi Cari Waktu

"Siapa yang disebutkan Pegi tapi ada alias yang lain. Kemudian foto tidak ada. Dan sebelum dijadikan DPO biasanya kan diperiksa dulu sebagai tersangka, tersangka dipanggil tiga kali, enggak hadir baru dibuatkan DPO. Tapi ini langsung ditetapkan sebagai tersangka tanpa ditanyakan dulu, dibuktikan bahwa ini benar Pegi," tambahnya.

Menurutnya, proses pembuatan DPO bukanlah hal yang mudah dan memerlukan bukti yang jelas serta rinci.

"Iya betul kalau saya DPO-nya yang asli dulu waktu di berkas perkara ada enggak, sehingga ciri-ciri alamatnya dan sebagainya ini harus dibuktikan di situ. Membuat DPO itu bukan hal yang gampang, sulit gitu loh. Disebutkan rambut lurus, rambutnya bergelombang dan sebagainya. Itu disebutkan, matanya coklat atau hitam atau biru dan semua itu harus disebutkan," tegas Oegroseno.

Baca Juga: Ternyata Sempat Ada Pengajuan Grasi! Lama Menghilang Ketua RT Abdul Pasren Kini Muncul Bersama Deretan Pengacara Kondang

Pernyataan Oegroseno ini menyoroti berbagai kelemahan dalam penetapan DPO terhadap Pegi Setiawan dan membuka ruang diskusi mengenai prosedur yang seharusnya dilakukan dalam penanganan kasus serupa.

Sementara itu dalam sidang pra peradilan pada Rabu, 3 Juli 2024, tim kuasa hukum Pegi Setiawan menyatakan DPO yang dikeluarkan penyidik berbeda dengan kliennya yang sekarang dijadikan tersangka.

Kuasa hukum menyatakan DPO dalam berkas polisi bernama Pegi Perong, namun yang ditangkap adalah kliennya bernama Pegi Setiawan dimana ciri-ciri yang disebut penyidik berbeda.

Mereka menilai bahwa penangkapan ini adalah salah tangkap.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Status DPO
# Pegi Setiawan
# Oegroseno

News Update

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.

Teknologi

Axioo Hype AMD X1, Laptop 5 Jutaan dengan Garansi Anti Maling

Laptop Rp5 jutaan Axioo Hype AMD X1 dipuji Deddy Irvan berkat layar IPS FHD, RAM upgradeable, kamera 2MP jernih, backlit keyboard, serta garansi fenomenal Axioo ADP 3 tahun (termasuk kecurian).

Metropolitan

Permudah Akses Perbankan, Rano Karno Instruksikan ATM Bank Jakarta Hadir di Semua Rusun

Kebijakan ini diharapkan dapat mempermudah warga dalam melakukan berbagai transaksi keuangan tanpa harus pergi jauh dari tempat tinggal mereka.

Ekonomi

Pemerintah Mulai Simulasikan Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Lewat Koperasi Desa Merah Putih, Ini Penjelasan Kemensos

Langkah ini merupakan bagian dari uji coba untuk memperkuat sistem distribusi bantuan agar semakin mudah dijangkau masyarakat.

Jakarta Pusat

PAM Jaya Gerak Cepat Tangani Pipa Bocor Imbas Proyek JSDP, Suplai Air Dipastikan Tetap Mengalir

Dirut PAM Jaya mengatakan kebocoran bermula saat kontraktor proyek melakukan pekerjaan pengecekan di area sekitar jaringan pipa utama milik PAM Jaya.