AYOJAKARTA.COM - Nama Bjorka kembali menghebohkan dunia maya Indonesia.
Kali ini dia menjual sebanyak 6 juta data Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) di pasar gelap internet.
Informasi ini disebarkan oleh akun @secgron di media sosial X.
Data-data yang bocor tersebut dijual dengan harga sekitar 150 juta rupiah dan mencakup berbagai informasi sensitif, termasuk NIK, NPWP, alamat, nomor telepon, dan email.
Dalam sampel yang disebarkan oleh pelaku, terungkap bahwa data milik sejumlah pejabat tinggi negara ikut bocor.
Di antara nama-nama yang disorot adalah Presiden Joko Widodo, putranya Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi
Selain itu, data dari pejabat kementerian lainnya juga turut menjadi bagian dari kebocoran ini.
Sampel data yang diberikan oleh pelaku berisi berbagai informasi mendetail tentang individu-individu tersebut.
Baca Juga: Pramono Anung-Rano Karno Dapat Dukungan dari Partai Ummat: Saya Bangga dan Bahagia
Field yang bocor mencakup NIK, NPWP, nama lengkap, alamat, kelurahan, kecamatan, hingga kode wilayah dan klasifikasi lapangan usaha (KLU).
Bahkan informasi tentang kantor pelayanan pajak (KPP) dan kantor wilayah (Kanwil) tempat individu tersebut terdaftar juga ikut terungkap.
Menanggapi kejadian ini, akun resmi Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, @CCICPolri, segera merespon dengan menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Terima kasih atas informasinya. Kami akan melakukan pendalaman dan penyelidikan terhadap kasus yang dimaksud," tulis akun tersebut di Twitter.
Baca Juga: 20 Instansi CPNS 2024 yang Paling Banyak Pelamar TMS, Ada yang Lebih dari 60 Ribu!
Mereka juga menghimbau masyarakat yang memiliki informasi tambahan terkait kasus ini untuk segera melapor melalui platform Patroli Siber.
Kasus ini menambah deretan panjang kebocoran data yang terus menghantui masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, beberapa kasus kebocoran data juga melibatkan jutaan informasi pribadi pengguna yang disalahgunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Pelaku yang membocorkan bernama Bjorka ini dikenal di kalangan komunitas siber sebagai penjual data di pasar gelap internet.
Bjorka sudah beberapa kali dikaitkan dengan kebocoran data besar-besaran di Indonesia, dan aksi ini menambah rekam jejaknya sebagai salah satu pelaku utama di dunia peretasan dan penjualan data ilegal.

Share this article
Field yang bocor mencakup NIK, NPWP, nama lengkap, alamat, kelurahan, kecamatan, hingga kode wilayah dan klasifikasi lapangan usaha (KLU).