AYOJAKARTA.COM – Nama Robby Adriansyah yang merupakan salah satu petugas di lapas Tanjung Raja, Ogan Ilir kini tengah menjadi sorotan.
Melalui unggahan videonya, Robby Adriansyah sempat merekam adanya aktivitas pesta narkoba yang dilakukan oleh sejumlah narapidana.
Buntut unggahan video rekaman pesta narkoba yang kemudian viral, Robby Adriansyah kemudian dimutasi dan karena dianggap menggunakan zat terlarang.
Baca Juga: Penerima KJP Full Senyum! Ini Daftar 14 Universitas yang Memenuhi Persyaratan KJMU
Meski tidak menampik dengan kehidupan di masa lalunya, Robby memastikan tindakannya karena terdorong oleh keinginan untuk memperbaiki situasi.
Terkait dengan kehidupan di masa lalu, Robby mengaku sempat menjadi salah satu pengguna zat terlarang.
Adapun awal perkenalannya dengan narkoba, menurut pengakuan Robby justru terjadi setelah menjadi bagian dari lapas.
Usai tobat, Robby bernazar akan membersihkan narkoba yang berada di lingkungan terdekatnya.
Terlebih saat dilantik oleh Yasonna Laoly sebagai Agen Perubahan, Robby mengaku semakin bersemangat untuk menjalankan niat.
Ikut terpengaruh oleh kehidupan di dalam lapas yang terkesan bebas, Robby bermaksud untuk membersihkan Lapas dari pengaruh narkoba.
Dalam keterangannya, Robby juga mengaku sempat mengalami sejumlah intimidasi dan ancaman dari sejumlah kalangan.
Baca Juga: Sisa 10 Hari! PKH dan BPNT Alokasi November-Desember 2024 Kapan Cair?
Untuk itu sebagai salah satu upaya demi menyampaikan kebenaran, Robby bermaksud akan meminta bantuan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK.
Saat menjadi narasumber, Robby menolak untuk disudutkan dan mengaku menyebarkan video pesta narkoba karena kecintaannya terhadap tempatnya bekerja.
“Niat saya menyebarkan video itu demi lembaga pemasyarakatan yang saya cintai,” ungkap Robby dengan penuh semangat.
Selain membeberkan permasalahan pesta narkoba, Robby juga menyinggung adanya dugaan praktik gratifikasi yang dilakukan oleh sejumlah pimpinan lapas.
Karena itu, Robby berharap agar kasus yang terjadi di lapas Tanjung Raja bisa menjadi perhatian bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Memang berat menyampaikan kebenaran, tapi saya yakin masyarakat Indonesia tidak bodoh, saya tidak terima disudutkan dan dianggap menyebarkan berita hoax,” tegasnya.
Namun demikian, karena niat yang kuat dan keinginan untuk berbuat sesuatu untuk menjaga ketertiban Lapas, Robby mengaku siap dengan segala resiko.
Baca Juga: Duel Xiaomi Redmi Note 13 5G Vs Xiaomi Redmi 13, Mana Lebih Unggul?
Sehubungan dengan permasalahan yang dialami oleh Robby, Psikolog Forensik Reza Indragiri memberi tanggapan.
Menurut Reza, persoalan yang dihadapi Robby akan dibaca oleh publik menjadi dua wajah dengan kecenderungan berbeda.
Selain bertindak sebagai Peniup Peluit yang beritikad baik dan tulus, Robby juga dapat dianggap sebagai Pembuat Onar karena mengganggu organisasi.
Karena itu, untuk bisa memahami peran atau kapasitas Robby dalam kasus tersebut perlu dilakukan secara lebih mendalam. ***

Share this article
Melalui unggahan videonya, Robby Adriansyah sempat merekam adanya aktivitas pesta narkoba yang dilakukan oleh sejumlah narapidana.