AYOJAKARTA.COM -- Peristiwa seorang guru yang menghukum siswa SD untuk belajar di lantai karena menunggak SPP telah menjadi viral dan memicu banyak reaksi.
Diketahui, seorang siswa kelas IV SD berinisial MI di Medan dihukum oleh wali kelasnya, Haryati, untuk duduk di lantai selama jam pelajaran karena menunggak pembayaran SPP selama tiga bulan.
Kejadian ini terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial, menarik perhatian publik dan Dinas Pendidikan setempat.
Pihak Yayasan Sekolah Abdi Sukma, tempat Haryati mengajar kini buka suara dan memberikan klarifikasi.
Klarifikasi Pihak Yayasan Sekolah
Ketua Yayasan, Ahmad Parlindungan, memberikan klarifikasi bahwa kejadian yang menimpa siswa tersebut di luar kebijakan sekolah.
Ahmad mengatakan, tidak ada satupun perkataan dari pihak yayasan ataupun pihak sekolah yang memberikan aturan bagi siswa yang menunggak SPP tidak boleh ikut proses belajar mengajar.
“Tidak ada satu kalimat yang keluar dari sekolah bagi setiap siswa yang tidak membayar sekolah tidak boleh mengikuti Pelajaran,” jelas Ahmad yang dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Kompas TV pada Minggu, 12 Januari 2025.
Akibat kejadian viral tersebut, Yayasan Abdi Sukma, tempat Haryati mengajar, memberikan sanksi skorsing kepada guru tersebut.
Haryati akan dibebastugaskan dari kegiatan mengajar hingga waktu yang belum ditentukan oleh pihak Yayasan.
Kepala Dinas Pendidikan Medan, Benny Sinomba Siregar, juga telah memanggil pihak guru dan kepala sekolah untuk memberikan klarifikasi.
Pihak sekolah berusaha akan melakukan mediasi antara orang tua siswa dan Yayasan sebagai mencari perdamaian.
Baca Juga: Sempat Dibatalkan Jadi Penerima KJP Plus, Ingin Daftar Lagi Apa Bisa? Siswa Bisa Lakukan Langkah Ini
Namun, Kamelia, ibu dari MI menyatakan bahwa meskipun ia ingin berdamai, ia tetap merasa kecewa dengan tindakan oknum guru yang dianggapnya berlebihan.
Kamelia, Ibu dari MI tersebut mengungkapkan bahwa anaknya merasa malu dan tertekan akibat perlakuan tersebut.
Ia juga menyatakan bahwa tidak ada permintaan maaf dari Haryati setelah insiden itu terjadi, meskipun kepala sekolah telah meminta maaf atas kejadian tersebut.
Insiden ini menyoroti pentingnya kebijakan yang adil dalam pendidikan serta perlunya komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua siswa untuk mencegah situasi serupa di masa depan.***

Share this article
Peristiwa seorang guru yang menghukum siswa SD untuk belajar di lantai karena menunggak SPP telah menjadi viral dan memicu banyak reaksi.