AYOJAKARTA.COM -- Kabar duka dan amarah menyelimuti pengacara Sunan Kalijaga, pasalnya diketahui anak bungsunya mengalami kekerasan di lingkungan sekolah.
Anak kedua Sunan Kalijaga, berinisial SF ini baru saja mengalami pengeroyokan oleh teman sekolahnya.
Menanggapi respon dan pertanggungjawaban pihak orang tua dari pelaku, akhirnya Sunan Kalijaga memutuskan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.
Baca Juga: Diduga Anak Sunan Kalijaga Dikeroyok di Sekolah, Tangan Dipegang dan Dipukuli sampai Lebam!
Seperti dikutip AyoJakarta.com pada akun Instagram pribadi Sunan Kalijaga, adik dari Salmafina Sunan ini bahkan sampai lakukan pemeriksaan CT Scan akibat kekerasan yang dialaminya.
Sean yang masih berusia 14 tahun yakni masih duduk di bangku SMP mengalami tindak kekerasan oleh teman sekolahnya, membuat Sunan Kalijaga sebagai ayah tidak tinggal diam.
“Pagi ini saya akan mendatangi sekolahan, karena tadi malam saya mendapat pengaduan dari putra saya," ujar Sunan Kalijaga.
Mirisnya, SF dilaporkan mendapatkan beberapa pukulan di bagian kepala, wajah bahkan tubuhnya.
"Dia mendapatkan pukulan di bagian kepala, di bagian wajah dan di badan," tutur ayah SF.
Sehingga, tentunya Sunan Kalijaga meminta pertanggungjawaban kepada pihak sekolah dan menegaskan agar kekerasan di lingkungan sekolah tidak terjadi lagi.
"Saya yang pasti selaku orang tua, meminta pertanggungjawaban ke pihak sekolah karena itu terjadi di dalam waktu jam belajar dan juga di area sekolahan," tutur Sunan Kalijaga.
"Stop kekerasan di lingkungan sekolah, karena dari sinilah akan menjadi bibit-bibit seseorang menjadi kasar, arogan, atau bergaya premanisme," tutup Sunan.
Terlihat dalam unggahan Instagram Sunan Kalijaga terdapat bukti rekaman CCTV kejadian pengeroyokan tersebut.
Dimana SF nampak dipukuli oleh temannya dan bahkan beberapa diantaranya sempat memegangi anak Sunan kalijaga tersebut.
Mirisnya, benar bahwa kejadian pengeroyokan tersebut terjadi di ruang kelas dan nampak Sean dan temannya menggunakan seragam sekolah.
Buntut dari kasus ini, Sunan Kalijaga tidak tinggal diam menanggapi pertanggungjawaban dari orang tua pelaku yang kurang maksimal.
Meskipun memang ada pengakuan dan permohonan maaf dari orang tua pelaku kepada Sunan Kalijaga.
Namun, setelah itu Sunan Kalijaga menilai seolah tidak ada empati sama sekali dari orang tua pelaku terhadap SF.
"Ada pengakuan dan ada permintaan maaf (dari orang tua pelaku). Tapi mohon maaf sekali hati saya rasanya mendidih melihat peristiwa (pengeroyokan SF)," ujar Sunan Kalijaga.
"Di mana sampai detik ini kami membuat laporan, tidak ada empati, tidak ada itikad baik dari orang tua pelaku," sambungnya.
Sehingga, berangkat dari itu, Sunan Kalijaga memutuskan agar membawa masalah ini ke ranah hukum.
"Jadi mohon maaf saat ini saya lebih memilih jalur hukum ketimbang jalur ke kekeluargaaan. Karena saya kemarin mencoba juga membuka hati saya tapi ternyata saya dilecehkan, saya tidak dianggap, kondisi putra saya tidak di tidak dihiraukan, tidak ada basa-basi sekalipun," pungkas Ayah SF tersebut.
Sunan Kalijaga sangat menyayangkan respon dari pihak orang tua pelaku yang seolah tidak empati padahal pihak sekolah begitu peduli terhadap Sean.
"Kalau dari pihak sekolah mulai dari kemarin menanyakan "Pak Sunan Bagaimana kondisi Ananda S***?" setelah diperiksa CT Scan-nya guru-guru juga seperti itu," ujar Sunan Kalijaga.
Hingga kini, diketahui orang tua pelaku pengeroyokan terhadap Sean tidak menghubungi Sunan Kalijaga bahkan untuk sekedar bertanya kondisi anaknya pasca tindak kekerasan tersebut.
"Tapi justru orang tua dari pelaku yang tahu nomor telepon saya tidak ada rasa empati, tidak ada WhatsApp, tidak ada menghubungi saya, seolah dianggap kemarin itu beres, itu selesai," jelas Sunan Kalijaga.
"Sudah bertemu dengan saya selesai sudah meminta maaf dan selesai," pungkasnya.***(Desta Nurwati Siamyah)

Share this article
Menanggapi respon dan pertanggungjawaban pihak orang tua dari pelaku, akhirnya Sunan Kalijaga memutuskan untuk bawa kasus ini ke jalur hukum