Bongkar Kasus Calo pada Rekrutmen Polisi, Praktisi Hukum Pegiat Antikorupsi: Oknum Tawarkan ke Pelamar

Kasus Suap alias Calo pada Rekrutmen Polisi
Kasus Suap alias Calo pada Rekrutmen Polisi

AYOJAKARTA.COM -- Terkuak kasus oknum polisi yang melakukan tindakan suap atau calo pada proses penerimaan Bintara Polri.

Kasus ini terungkap saat operasi tangkap tangan (OTT) dalam internal Polda Jawa Tengah.

Diduga hasil OTT terungkap 5 oknum polisi yang terlibat, yang mana telah dijatuhi hukuman Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan pidana.

Baca Juga: Alshad Ahmad Tuai Nyinyir Warganet, Usai Viral Video Sebut Hubungan Seks Sebelum Menikah Penting

Dikutip AyoJakarta.com melalui kanal YouTube tvOneNews, menurut informasi oknum polisi tersebut menerima uang dengan jumlah yang berbeda-beda.

Mulai dari Rp350 juta, Rp750 juta, hingga Rp2,5 miliar namun saat ini uang tersebut telah dikembalikan.

Pemberian vonis yang ringan tentunya menimbulkan berbagai kontroversi di kalangan publik seolah tidak adanya keseriusan dalam menghukum oknum-oknum tersebut.

Benny Mamoto selaku Ketua Harian Kompolnas menyatakan setuju pada keputusan Kapolri terkait hukuman yang diberikan.

"Kami mendukung sepenuhnya arahan Kapolri untuk mem-PTDH dan mempidanakan para oknum yang terlibat, sejalan dengan pernyataan kami dari Kompolnas, yang layak adalah PTDH dan pidana," ujar Benny Mamoto.

Baca Juga: Viral Sang Istri Hedon di Luar Negri, Sekda Riau SF Hariyanto Singgung Liburan Beli Tiket Promo hingga Tas KW

Bukan tanpa alasan, persetujuan terkait hukuman tersebut tentunya dengan mempertimbang efektifitas yang ditimbulkan untuk kedepannya.

"Karena ini proses rekrutmen seperti ini, khususnya untuk sekolah Bintara ke SIP (Sekolah Ilmu Polisi) akan menentukan nanti kedepannya," ungkap Benny Mamoto.

"Ketika si Bintara ini harus membayar, mengeluarkan uang, tentunya dia juga nantinya akan juga mencari uang dalam jabatannya untuk kepentingan-kepentingan mau sekolah, pindah tempat dan sebagainya," sambungnya.

Pasalnya saat ini, internal Polri tengah berbenah diri dalam memberantas kasus suap dalam proses perekrutan anggota Polri baik di Akpol ataupun Bintara.

Adanya transparansi dari nilai tes yang langsung keluar atau langsung diumumkan juga dapat dilihat oleh semua orang menjadi salah satu upayanya.

"Seperti Akpol, kami selalu diundang pada seleksi akhir dan para orang tua menyaksikan langsung lewat online, bagaimana nilai itu dihitung, dijumlah, bagaimana ranking, bagaimana kuotanya," ungkap Benny Mamoto.

Baca Juga: Kabar Suaminya Selingkuh dengan Mimi Bayuh Mencuat, Video Nagita Slavina 'Ogah' Lihat Wajah Raffi Ahmad Viral

"Akhirnya secara terbuka, nomor sekian sampai sekian tidak lolos, itulah bentuk transparansi dibangun, tetapi ternyata masih ada oknum-oknum yang bermain," sambungnya.

Menurut Benny Mamoto, kasus ini terjadi di tahun 2022, namun saat ini baru terkuak, dirinya menduga kemungkinan ada pihak lain yang tidak puas terhadap sanksi yang diberikan.

Sehingga oknum Polisi yang tidak puas tersebut malah menyuarakan kasus hingga bisa saja terkuak oknum-oknum lainnya.

"Kasus ini 2022, mulai rame 2023, ada apa? biasanya ada yang tidak puas dan menyuarakan, jangan-jangan nanti tidak hanya 5, bisa berkembang lagi," papar Benny Mamoto.

"Dalam beberapa kasus, ada ketidakpuasan mereka yang dikenakan sanksi kemudian dia akan mulai menggigit teman yang lain atau atasannya, ini pun bisa terjadi nanti ketika PTDH sudah lepas menjadi anggota polisi, dia akan 'bernyanyi' lebih kencang lagi," sambungnya.

Tak hanya itu, Saor Siagian Praktisi Hukum atau Pegiat Antikorupsi menduga ada oknum polisi yang berpangkat tinggi di luar kepanitiaan yang turut terlibat dalam kasus ini.

"Yang 5 inikan hanya panitia, dan pangkat yang tertinggi itu Kompol, tapi kalau yang mereka minta itu kan dari 350 juta sampai 2,5 miliar. Pertanyaannya adalah apakah mungkin uang itu hanya yang 5 orang ini?," ungkap Saor Siagian.

"Menurut saya kalau sampai ada angka dirilis 2 miliar dalam konteks kepanitiaan begini biasanya, itu bukan di pemain lapangan. Selalu ada di atas dari pada yang 5 ini, yang juga bermain," sambungnya.

Baca Juga: Viral Istri Pamer Harta Kekayaan, Sekda Riau SF Hariyanto Sebut Barang KW dan Beli di Mangga Dua

Menurut penilaian Saor Siagian, model rekrutmen berbayar ini menjadi salah satu akar kejahatan di ranah Kepolisian.

"Ini harus diusut tuntas, kita apresiasi Kapolri juga Kompolnas yang terang benderang meminta ini PTDH dan dipidana. Menurut saya ini merupakan satu kejahatan di Kepolisian awalnya itu rekruitmen yang model bayar begini," tutur Saor Siagian.

"Mana kita harapkan polisi yang baik, kalau dari awal sudah diminta 2,5 miliar, ini sudah pasti jadi penjahat, kita kawal harus diusut setuntas-tuntasnya," sambungnya.

Bahkan, dari fakta yang diterima oleh Saor Siagaan, mereka para calon polisi ditawari langsung oleh para oknum polisi aktif.

"Fakta di lapangan, si pelamar atau calon polisi ini didatangi oleh polisi-polisi aktif, ditawarkan. Kita harus waspadai ini barangkali tidak hanya di 5 orang," ungkap Saor Siagian.***(Desta Nurwati Siamyah)

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# PTDH
# calo
# Bintara Polri
# Oknum Polisi
# OTT
# suap

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.