AYOJAKARTA.COM –- Kritik pelajar warga negara Indonesia (WNI) asal lampung di Australia, Bima Yudho Saputro menjadi viral bahkan sukses alihkan perhatian publik.
Bima Yudho Saputro yang juga merupakan seleb TikTok mengkritik Pemerintah Lampung di akun TikTok pribadinya @awbimax.
Video yang berisi kritikan soal pembangunan Lampung terutama jalan yang sangat rusak, dan berlubang pun viral.
Usut punya usut, ternyata anggaran pembangunan lampung pernah mencapai Rp1 triliun pada tahun 2019.
Hal tersebut diungkap oleh Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, saat menanggapi kritikan Bima Yudho.
Chusnunia Chalim menyebut bahwa kritikan tersebut merupakan penyampaian aspirasi oleh warga dan pencinta Lampung.
Menurutnya, hal ini menjadi momen yang bagus karena pembangunan di Lampung masih menjadi PR pemerintah.
Baca Juga: Buntut Kritik Pemerintah Lampung, Awbimax Menangis Sebut Orang Tua yang PNS Ikut Diancam
Lebih lanjut Wagub Lampung itu mengakui jalanan di Lampung memang rusak parah.
“Kita gak seperti Jawa, kita masih punya Jalan rusak, ada 24% jalan di Lampung ini yang masih rusak, yang butuh perhatian semua pihak, dan kita bekerja keras untuk itu,” kata Chusnunia, dikutip AyoJakarta.com dari YouTube tvOneNews pada Sabtu, (15/4/2023).
“Sampai dengan tahun ini kita 76,8% itu jalanan sudah bagus, sisanya nya masih rusak, rusak parah, rusak,” tuturnya.
Kemudian ia menyebutkan anggaran di Tahun 2019 yang mencapai Rp1 triliun tinggal Rp400 Miliar, dipakai untuk penanganan Covid 19.
“Betul anggaran, bahwa kita dilantik 2019, waktu itu dihadapi dengan Covid 19, kita sudah anggarkan cukup tinggi di anggaran pembangunan, karena kita tahu PR kita disitu,” jelasnya.
“Tapi memang terserap besar sekali untuk penanganan Covid jadi anggaran 2020 itu mestinya mendekati Rp1 triliun, jadi hanya tinggal separuhnya tinggal Rp500 miliar,” tuturnya.
“2021 malah lebih parah lagi karena varian delta itu menyedot anggaran yang besar sekali penanganannya hanya sisa Rp400 miliar,” sebut Chusnunia.
Meski begitu, saat ini Pemerintah Lampung berharap di tahun 2023 bisa mendapat anggaran Rp700 miliar.
“Tahun 2022 kita sudah mulai balik, kita hampir Rp700 miliar, di 2023 ini sudah dianggarkan hampir Rp700 miliar lebih, kita harapkan kita bisa nambah di APBD perubahan,” tegas Wagub Lampung.
Akan tetapi anggaran tersebut tidak hanya untuk jalan, melainkan untuk penanganan lainnya.
“Jadi kalau memperhatikan anggaran pasti kita prioritaskan, cuman kan tidak hanya membangun jalan, karena yang butuh perhatian penanganan stunting,” pungkas Chusnunia.***(Winna Anaziah)

Share this article
Kritik pelajar warga negara Indonesia (WNI) asal lampung di Australia, Bima Yudho Saputro menjadi viral.