AYOJAKARTA.COM – Kontroversi kembali terjadi dan mewarnai terkait seleksi Paskibraka 2023 yang mana sebelumnya telah terjadi pada tahun lalu.
Kali ini terjadi pada dua calon Paskibraka SMA, yaitu Nanda Maulidya asal Maluku Utara dan Doni Amansa dari Sulawesi Tenggara, yang viral dinyatakan gagal lolos dan diduga digantikan oleh peserta lainnya.
Seperti diketahui, bersama bahwa seleksi anggota Paskibraka 2023 dilakukan secara ketat untuk dapat mencari para putra-putri terbaik yang akan mewakili daerahnya di momen peringatan kemerdekaan RI.
Dalam seleksi tersebut, walaupun terlihat ketat, namun ada kontroversi yang terjadi di mana peserta dinyatakan gagal lolos seleksi pada waktu yang bersamaan.
Disitat dari Suara.com, kedua siswa yang berprestasi tersebut harus putus harapannya lantaran gagal di tengah jalan dan batal untuk dapat terbang ke Jakarta untuk mengibarkan Bendera Pusaka Merah Putih dalam Upacara HUT RI ke-78.
Nanda Maulidya merupakan salah satu siswi asal sekolah SMAN 8 Kota Ternate, Nanda sebelumnya dinyatakan lolos seleksi Paskibraka mewakili Provinsi Maluku Utara.
Namun sayangnya keberangkatannya ke Jakarta dibatalkan menjelang H-2, dan diketahui dirinya digantikan oleh siswi asal sekolah SMA Negeri 1 Halmahera Utara, Muhtafia Asmar Badarb.
Baca Juga: Link Full Video Viral Keisya Levronka di Podcast Volix Dihapus dari YouTube, Banyak yang Penasaran
Kecurigaan yang terjadi pada Nanda bermula pada sebelumnya dia dinyatakan lolos tes kesehatan di RS Umum Daerah Chasan Boesoirie usai dinyatakan layak oleh dokter.
Namun pihak penyelenggara kembali meminta Nanda untuk melakukan tes kedua kalinya, sehingga hal ini menimbulkan kecurigaan.
Dari kecurigaan tersebut, Anggota DPRD Komisi III Kota Ternate, Nurlela Syarif juga turut menaruh beberapa kecurigaan. Sehingga menurut Nurlela, dalam proses seleksi ini ada berbau praktek nepotisme dalam kasus Nanda.
Di sisi lain, Doni Amansa juga bernasib sama dengan Nanda. Doni merupakan siswa SMA Negeri 1 Unaaha Konawe yang juga digantikan posisinya kala sudah dinyatakan lolos seleksi Paskibraka.
Dalam kasus Doni, dirinya digantikan oleh seorang anak perwira polisi bernama Wiradinata Setya Persada.
Dalam kasus Doni ini, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sultra, Harmin, membenarkan terkait adanya pergantian posisi dari Doni ini.
Sehingga pergantian kedua siswa dan siswa tersebut menuai banyak perhatian dari masyarakat luas yang diduga ada permainan di dalamnya.

Share this article
Viral 2 calon Paskibraka Nasional 2023 SMA dari Ternate dan Sultra gagal lolos seleksi, diduga ada permainan orang dalam.