AYOJAKARTA.COM - Nama Konten kreator mandi lumpur di Desa Setanggor, Lombok Tengah, NTB, Sultan Akhyar membuat publik heboh.
Penyebabnya adalah isi yang diunggahnya itu menuai pro dan kontra.
Mulanya, Sultan Akhyar mengungkapkan bahwa konten itu hanya dibuat oleh para anak muda di daerah tersebut, namun warga yang sudah berumur pun mulai tertarik lantaran tergiur mendapatkan banyak uang hanya dalam beberapa jam saja.
"Mulanya sih kita buat konten itu untuk anak muda kayak saya terus temen-temen saya ajak. Akhirnya temen saya cerita dapet uang banyak, 2 jam 3 jam dapet Rp700 kita bagi dua soalnya," kata Sultan.
"Temen saya cerita ke tetangga, akhirnya nenek juga denger cerita. Akhirnya pingin ikut, gitu," ucapnya kemudian
Kemudian berdasarkan penuturan Nenek Raimin dan Sultan Akhyar, aksi Mandi Lumpur merupakan keinginan para lansia sendiri dan bukan paksaan dari pemilik akun.
Bahkan, mereka sendirilah yang selalu mengantre untuk bisa mendapatkan giliran live supaya mendapatkan uang banyak secara instan.
Baca Juga: Wajib Tahu! 4 Amalan yang Menjamin Rezeki Datang Sendiri! Begini Penjelasan Syekh Ali Jaber
Sementara, itu Nenek Raimin sendiri yang melakukan mandi air lumpur kala itu mengaku bahwa dirinya dengan senang hati melakukan hal itu dan tanpa adanya paksaan.
"Saya mau ikut mandi. Sendiri senang hati," ungkap Nenek Raiman.
Nenek Raimin mengaku sudah 5 kali melakukan live TikTok sambil mandi air kali tersebut.
Dalam sekali live sang nenek mengaku bisa mendapatkan penghasilan sebesar Rp2 juta.
Sultan juga mengungkapkan, bahwa apa yang dilihat netizen hanya prank belaka, karena air yang digunakan untuk mengguyur merupakan air hangat, dan disediakan mesin penghangat serta makanan.
Selain itu, aksi talent yang seolah kedinginan dan pingsan hanya akting belaka untuk meraih simpati warganet.
"Jadi di balik kamera, kita sebenarnya siapin air hangat juga, makanan. Itu yang mereka enggak tahu, satu jam atau dua jam atau 30 menit, Nek udah agak dingin enggak? lanjut, kalau lanjut saya kasih air hangat," kata Sultan yang diikutip dari tayangan youtube pagi-pagi ambyar di TRANS TV Official,Jumat (20/1).
Selanjutnya Sultan Akhyar juga mengaku bahwa pembuatan konten tersebut didukung warga setempat karena membantu mereka yang terlilit utang.
Menurutnya, talent yang ikut mandi lumpur termasuk nenek dan kakek, tidak ada unsur pemaksaan, bahkan mereka yang meminta karena warga tahu konten tersebut bisa meraup ratusan ribu hingga jutaan rupiah dalam satu hari.
"Banyak, karena di rumah banyak yang ambil utang kayak bank, koperasi, saya dibilang superhero di sana, di kampung saya," jelasnya kemudian.
Tak hanya itu, nenek Raimin juga mengatakan bahwa apa yang dilakukannya tidak mendapat teguran dari keluarga maupun anaknya.
Sebab semua yang dilakukannya tersebut murni karena uang yang banyak karena di tempat mereka untuk hasil upah menanam padi itu sangat kecil dibandingkan aksi yang mereka lakukan ini bisa dapat uang yang banyak dalam satu jam.***

Share this article
Aksi Mandi Lumpur diklaim merupakan keinginan para lansia sendiri dan bukan paksaan dari pemilik akun.