KOTA BEKASI, AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Kota Bekasi merilis perkembangan terbaru kasus Covid-19 dimana terjadi lonjakan kasus harian yang cukup signifikan.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bekasi sekaligus Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menjelaskan, angka reproduksi Covid-19 meningkat di posisi 1,54. Artinya, jumlah kasus kumulatif bertambah dimana satu orang positif akan menulari satu orang lain, dan seterusnya.
“Idealnya angka ini di bawah 1,” kata pria yang akrab disapa Pepen itu saat dihubungi Ayobekasi.net, Jumat (21/8/2020).
Dia berharap, berbagai upaya yang kini tengah dilakukan pemerintah bisa menekan angka tersebut hingga mencapai di bawah 1. Salah satunya dengan melakukan rapid test lebih masif serta pengetatan protokol kesehatan.
AYO BACA : Meningkat Signifikan, Covid-19 Kota Bekasi Didominasi Klaster Keluarga
“Kalau berhasil (menekan angka reproduksi Covid-19), penyakit ini lama-lama hilang karena tidak banyak orang ketularan,” ujarnya.
Selain itu, angka rasio positif atau positivity rate Covid-19 di Kota Bekasi berada di angka 7,7%. Positivity rate adalah rasio antara jumlah orang yang mendapat hasil positif lewat tes corona dengan total jumlah orang yang dites.
Secara nasional, berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per 20 Agustus 2020, rasio positif Indonesia berada di angka 13,3%. Sementara, organisasi kesehatan dunia atau WHO menetapkan standar rasio positif yang aman di angka 5%.
Hal itu menjelaskan bahwa rasio positif Covid-19 di Indonesia jauh di atas batas normal yang ditetapkan WHO, sehingga belum ada kata ‘aman’ meski tatanan hidup baru sudah dijalankan. Sekalipun berbekal protokol kesehatan.
AYO BACA : Kabupaten Bogor Catat 5 Kasus Baru Covid-19
Share this article
Dia berharap, berbagai upaya yang kini tengah dilakukan pemerintah bisa menekan angka tersebut hingga mencapai di bawah 1. Salah satunya dengan melakukan rapid test lebih masif serta pengetatan protokol kesehatan.