AYOJAKARTA.COM - Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A kembali mencatat kemajuan signifikan.
Proses penggalian terowongan jalur utara sepanjang sekitar 5,8 kilometer yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Stasiun Kota resmi diselesaikan.
Pencapaian tersebut ditandai dengan momen breakthrough, yakni ketika mesin bor terowongan (Tunnel Boring Machine/TBM) berhasil menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar.
Momen ini menjadi salah satu tahapan penting dalam pembangunan jalur bawah tanah MRT Jakarta yang menghubungkan pusat hingga kawasan Kota Tua.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina, mengatakan penyelesaian penggalian jalur utara merupakan bukti bahwa pekerjaan konstruksi berjalan sesuai dengan target yang telah direncanakan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari perencanaan yang matang, koordinasi antarpihak, serta kerja sama seluruh tim konstruksi dan kontraktor yang terlibat dalam proyek strategis tersebut.
“Proses penggalian terowongan jalur arah utara dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Keberhasilan ini menjadi langkah penting menuju penyelesaian tahapan konstruksi berikutnya sehingga proyek dapat terus berjalan sesuai jadwal," ujar Weni.
Saat ini, kata Weni, tim konstruksi PT MRT Jakarta dan kontraktor sedang menyelesaikan pembangunan terowongan arah selatan dari Kota menuju Bundaran HI.

Ia menargetkan, seluruh terowongan fase 2A line utara selatan selesai dibangun pada kuartal keempat 2026.
Weni mengatakan hingga 25 Juni, proses perkembangan pembangunan fase 2A mencapai 61,8 persen.
“PT MRT Jakarta menargetkan penyelesaian dan operasional fase 2A lin utara selatan pada akhir 2027 untuk segmen 1 Bundaran HI—Monas. Sedangkan segmen 2 hingga Kota pada akhir 2029 mendatang,” katanya.
Untuk membangun terowongan arah utara pada fase 2A lin utara selatan ini, PT MRT Jakarta dan tim kontraktor menggunakan tiga mesin bor terowongan.

Paket CP201 mengerjakan lintasan Bundaran HI Bank Jakarta menuju Harmoni, CP202 menghubungkan Harmoni dengan Mangga Besar, sedangkan CP203 membangun lintasan Mangga Besar menuju Kota.
Kemudian titik breakthrough di kawasan Stasiun Mangga Besar berada pada kedalaman sekitar 28 meter di bawah permukaan tanah.
Kedalaman tersebut menjadikan jalur ini sebagai salah satu terowongan kereta bawah tanah terdalam di Indonesia, sejajar dengan terowongan di kawasan Stasiun Sawah Besar.
Lalu paket CP202, mesin bor terowongan membangun lintasan dari Harmoni menuju Sawah Besar sepanjang kurang lebih 395 meter dan dilanjutkan pekerjaan sepanjang sekitar 800 meter hingga Stasiun Mangga Besar.***
Share this article
Pencapaian ini ditandai dengan momen breakthrough, yakni ketika mesin bor terowongan berhasil menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar.