CIKARANG PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Peringatan HUT ke-70 Kabupaten Bekasi diwarnai aksi unjuk rasa Aliansi Kampus Sebekasi (AKSI).
Kordinator AKSI Arif Ramadhan mengatakan bahwa euforia peringatan hari ulang tahun jangan semata-semata dilaksanakan dengan kegiatan-kegiatan protokoler yang bersifat tekstual dan birokratis.
Menurut dia, momentum ini harus dijadikan bahan evaluasi dan koordinasi menuntaskan permasalahan - permasalahan yang mendasar yang ada di kota ini.
"Paradoks sosial di Bekasi begitu nyata seperti kemiskinan yang tembus di angka setengah juta, hampir 200 ribu pengangguran murung di depan 7.000 pabrik yang berdiri diatas tanah bekas sawah," kata dia dalam keterangan resminya, Minggu (16/8/2020).
"Puluhan balita gizi buruk, puluhan titik kemacetan, titik banjir, dan bahkan kini persoalan kekeringan mulai menghantui lagi. Bupati dan DPRD jangan jadi pelupa setelah duduk dan dapat tunjangan. Problem solving sangatlah dibutuhkan," lanjutnya.
Mahasiswa Universitas Pelita Bangsa ini menjelaskan bahwa, untuk menjawab dan menuntaskan Persoalan-persoalan tersebut yang paling mendasar adalah menjalankan amanat reformasi birokrasi seperti etos kerja, pengisian kekosongan jabatan, transparansi, monitoring dan evaluasi (Monev).
Dalam Aksinya tersebut AKSI mendesak kepada Bupati Bekasi memenuhi janji kampanyenya, menuntut disegerakan reformasi birokrasi dalam jabatan eselon IVa, IVb, IIIa, dan II, jalankan RPJMD Kabupaten Bekasi 2017-2022.
Selain itu Bupati didesak mundur jika tidak mampu menjalankan kepemimpinannya di Kabupaten Bekasi, mendesak DPRD Kabupaten Bekasi untuk duduk bersama dengan DPRD Provinsi Jawa Barat terkait kelanjutan Raperda RDTR.
Share this article
Peringatan HUT ke-70 Kabupaten Bekasi diwarnai aksi unjuk rasa Aliansi Kampus Sebekasi (AKSI).