Bisnis Rumah Kelomang Tarmah Mulai dari Bekasi Hingga Dijual ke Luar Provinsi
BEKASI, AYOJAKARTA.COM--Di balik megahnya Gedung DPRD Kota Bekasi terdapat satu kampung dengan gang-gangnya cukup sempit, bernama Kampung Karang Kitri. Di kampung tersebut, kita bisa melihat sejumlah warga tengah sibuk mengerjakan kerajian yang terbuat dari bahan spons.
Para pengrajin tampak merangkai spons-spons menjadi sebuah rumah-rumahan berukuran kecil yang penuh warna. Rumah-rumahan itu ternyata digunakan untuk tempat si hewan laut bercangkang keras yang disukai anak-anak yakni umang-umang atau disebut juga sebagai kelomang.
Saat berkunjung, ayobekasi bertemu dengan Ibu Tarmah (53). Ia adalah salah satu dari sejumlah pembuat rumah kelomang di Kampung Karang Kitri, Kecamatan Bekasi Timur. Telah 15 tahun lamanya ia berjibaku dengan usahanya ini.
Tarmah mengaku bisa disebut lakon utama yang mendorong industri rumah kelomang ini dapat hidup dan menyebar menjadi pekerjaan warga setempat. Usaha ini awalnya dikembangkan sang suami yang akrab dipanggil Ewok (55). Awalnya, rumah kelomang buatan suaminya berbahan kertas biasa. Tapi karena kertas tak bertahan lama, Tarmah mencoba bahan lain.
"Awalnya dulu pakai kertas, terus saya coba ngulik pakai spons kaya gimana, tapi ternyata hasilnya bagus. Lalu lama kelamaan tetangga ngikutin karena mudah ditiru," kata Tarmah.
Hasil produksi buatannya terhitung beragam. Puluhan model rumah kelomang berhasil dibuat dengan berbagai ukuran. Mulai ukuran kecil yang dihargai Tarmah Rp600, sampai yang termahal seharga Rp7000.
Kini, Tarmah berperan sebagai pengepul rumah kelomang di Kampung Kitri. Sebuah ruangan berukuran sekitar 8x4 meter di depan rumahnya disulap menjadi gudang sekaligus tempat jualan grosir rumah kelomang hasil kerjaan warga sekitar.
"Saya ngambil bahan limbah spons dari Tanggerang, terus saya kasih pekerja modal bahannya, nanti saya terima produk jadi. Alhamdulillah kita bisa nyerap tenaga kerja, ampir tiap rumah ada (pekerja)," katanya.
Ia mengatakan, jangkauan distribusi hasil produksi rumah kelomang ini tak main-main. Sejumlah daerah di Jawa Barat kerap membeli barang dari rumah produksi di kampungnya, begitu juga hingga luar Jawa Barat.
"Ada Bandung, Tasikmalaya, Cirebon. Terus di luar ada dari Tegal, Brebes, dan Surabaya. Malah bisa nembus sampai ke Medan," ujarnya memungkasi.
Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih
cepat
Share this article
Di balik megahnya Gedung DPRD Kota Bekasi terdapat satu kampung dengan gang-gangnya cukup sempit, bernama Kampung Karang Kitri. Di kampung tersebut, kita bisa melihat sejumlah warga tengah sibuk mengerjakan kerajian yang terbuat dari bahan spons.