AYOJAKARTA.COM - Proses pembersihan tumpukan sampah di TPS Rusun Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, mendapat sambutan positif dari warga.
Mereka berharap kegiatan pengangkutan sampah tidak hanya dilakukan saat ini, tetapi juga berlangsung secara rutin agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
"Semoga pengangkutan dilakukan secara rutin setiap hari. Mudah-mudahan pembersihan bisa selesai dalam tiga sampai empat hari ke depan," ujar Eva, salah seorang penghuni Rusun Waduk Pluit.
Eva mengaku senang karena timbunan sampah yang selama ini mengganggu kenyamanan lingkungan mulai diangkut.

Menurutnya, selama beberapa waktu terakhir volume sampah terus bertambah hingga meluber ke luar area TPS.
Ia mengatakan, kondisi tersebut kerap menimbulkan aroma tidak sedap, terutama saat cuaca panas.
"Kalau siang saat musim kemarau baunya sangat menyengat dan mengganggu kenyamanan maupun kesehatan warga. Kami bersyukur sekarang sudah mulai dibersihkan secara bertahap," katanya.
Hal serupa juga disampaikan warga lain, Sahud.
Sahud mengatakan, pembersihan TPS ini adalah langkah yang telah lama dinantikan masyarakat karena kondisi sampah yang menumpuk selama ini membuat kawasan sekitar terlihat kumuh.

Ia menilai, setelah timbunan sampah lama berhasil diangkut, pengelolaan sampah harian akan menjadi lebih mudah.
"Saya berharap kawasan TPS juga ditata lebih baik, termasuk membersihkan sisa material seperti puing beton agar lingkungan terlihat lebih rapi dan nyaman," ungkapnya.
Pengelola Rusun Waduk Pluit, Arie Hariyanto menambahkan bahwa persoalan sampah di kawasan tersebut terdiri atas dua kategori, yaitu sampah harian dan sampah lama yang telah mengendap selama beberapa tahun.
Ia mengatakan ada sekitar 12.000 penghuni yang menempati 12 blok Rusun dan dapat menghasilkan kurang lebih satu ton sampah setiap harinya.
"Untuk sampah harian atau sampah baru biasanya langsung diangkut truk milik Satpel LH Penjaringan. Namun, karena kapasitas angkut terbatas, residu sampah lama tidak ikut terangkut hingga terus menumpuk," terang Arie.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa untuk mengatasi persoalan sampah ini Sudin LH Jakarta Utara mengerahkan tujuh unit dump truck.
Ia memperkirakan masih diperlukan sekitar 15 hingga 20 ritase truk tambahan agar seluruh area TPS bersih.
"InsyaAllah dalam waktu kurang dari 10 hari tumpukan sampah ini sudah tuntas dibersihkan," ucapnya.
Bukan hanya dari penghuni saja, Arie menyoroti bahwa sampah yang datang juga dari warga luar rusun yang membuang sampah ke TPS melalui akses jalan pintas di bagian belakang kompleks.
Kami terus memberikan edukasi dan mengajak warga Rusun untuk aktif memilah sampah dari sumbernya. Hal ini penting untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tetap sehat dan nyaman," tandasnya.***
Share this article
Warga berharap pengangkutan sampah tidak hanya dilakukan saat ini, tetapi juga berlangsung secara rutin agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.