AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan akan segera menggelar rapat untuk menentukan langkah terkait pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang atau JPO Tendean, Jakarta Selatan.
Diketahui, JPO Tendean mengalami kerusakan parah hingga dinyatakan tidak layak setelah ditabrak truk crane, pada Selasa (14/7) dini hari.
Rencananya, rapat tersebut akan digelar pada pekan depan.
Dalam rapat tersebut, kata Pramono, pihaknya akan membahas terkait skema pembangunan hingga kemungkinan langkah hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab.

"Saya sudah minta untuk diagendakan minggu depan ini rapat khusus mengenai JPO Tendean," ujar Pramono.
Menurut Pramono, pembangunan kembali JPO tersebut akan memakan waktu cukup lama jika mengandalkan APBD.
"Kalau melalui anggaran, butuh waktu lama sekali. Karena untuk APBD, nggak mungkin. Harus di APBD Perubahan. Menurut saya, juga akan lama," jelasnya.
Oleh sebab itu, Pram mengaku tengah mencari alternatif pembiayaan agar pembangunan JPO bisa segera dilakukan.

Alternatif pembiayaan tersebut yakni melalui CSR, yang merupakan kerja sama dengan perusahaan melalui skema naming rights, maupun mekanisme lainnya.
Ia mengatakan bahwa JPO Tendean tidak boleh terlalu lama mangkrak, sebab kawasan tersebut memiliki mobilitas yang tinggi.
"Jadi pada prinsipnya, nggak boleh terlalu lama untuk tidak dibangun karena tempat itu merupakan tempat yang strategis," tegasnya.
Selain itu, Pramono juga akan membahas apakah peristiwa ini akan menempuh jalur hukum atau tidak.
Keputusan tersebut akan disampaikan Pramono setelah rapat pekan depan.***
Share this article
Pramono akan membahas terkait skema pembangunan JPO Tendean hingga kemungkinan langkah hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab.