AYOJAKARTA.COM - Bantuan sosial (bansos) selalu menjadi kabar yang dinantikan oleh banyak keluarga penerima manfaat (KPM) di Indonesia.
Baru-baru ini, tersiar kabar bahwa Prabowo Subianto telah mengeluarkan kebijakan untuk memperpanjang bantuan pangan hingga enam bulan ke depan pada tahun 2025.
Kebijakan ini tentunya membuat lega bagi para penerima bantuan.
Pada tanggal 3 Januari 2025, sejumlah KPM melaporkan bahwa saldo bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) telah masuk ke rekening kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) mereka.
Baca Juga: Siapa Dalang di Balik Maraknya Pre-Order iPhone 16 di Indonesia? Menperin: Mereka Bohongi Publik!
Informasi ini sempat menimbulkan pertanyaan, apakah saldo yang cair tersebut merupakan bagian dari PKH tahap pertama tahun 2025?
Dikutip dari kanal YouTube DIARY BANSOS, Sabtu (4/1/2024) disebutkan bahwa setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, saldo tersebut ternyata adalah sisa bantuan PKH periode terakhir tahun 2024.
Pencairan ini dilakukan untuk periode November-Desember 2024 dengan nominal Rp250.000 per KPM.
Bank penyalur telah mentransfer saldo tersebut sejak akhir Desember 2024, namun beberapa KPM baru mencairkannya di awal Januari 2025.
Baca Juga: RESMI PANRB! Ternyata Begini Skema Kerja PPPK Paruh Waktu di Indonesia
Bagi KPM yang belum mencairkan saldonya, dianjurkan untuk melakukan penarikan.
Meskipun sempat beredar informasi bahwa saldo yang tidak dicairkan hingga 31 Desember 2024 akan dikembalikan ke kas negara, kabar ini tidak sepenuhnya akurat.
Saldo yang sudah masuk ke rekening KPM tetap aman hingga dicairkan, meskipun lebih baik untuk tidak menunda pencairan.
Keputusan yang paling menarik perhatian adalah perpanjangan bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kg.
Awalnya, bantuan ini hanya direncanakan untuk dua bulan pertama di tahun 2025, yakni Januari dan Februari.
Namun, keputusan Prabowo Subianto menyebut bantuan ini diperpanjang hingga Juni 2025.
Untuk penyaluran bantuan beras selama empat bulan tambahan, kebijakan akan dibuat lebih fleksibel, tergantung pada situasi yang berkembang.
Data penerima bantuan ini diambil berdasarkan hasil Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).
Baca Juga: Hasil Seleksi PPPK 2024: Pelamar Kode R2 dan R3 Masih Punya Peluang Lewat Proses Optimalisasi
Secara rinci, penerimanya mencakup:
- 15,6 juta KPM dari golongan Desil 1 dan Desil 2.
- 400.000 KPM yang terdiri dari perempuan kepala rumah tangga miskin dan lansia tunggal.***
Share this article
Sejumlah KPM melaporkan bahwa ada saldo bantuan PKH telah masuk ke rekening KKS mereka, simak di sini.