AYOJAKARTA.COM - Memasuki bulan Juli 2025, pemerintah menetapkan periode ini sebagai bulan awal penyaluran bantuan sosial bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menjadi momen membahagiakan di tengah kondisi kenaikan harga bahan pangan.
Pemerintah terus menggelontorkan dana bantuan sosial yang bersumber dari dua anggaran utama, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sebagai langkah strategis menghadapi kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial.
Bantuan sosial APBN mencakup program nasional seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk kelompok rentan seperti keluarga miskin, lansia, dan penyandang disabilitas.
Baca Juga: Gratis dan Mudah! Cara Daftar NIB Online untuk Pelaku UMKM Jakarta
Penyaluran dilakukan melalui data Dalam Rangka Perlindungan Sosial Terpadu (DTKS) yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan mekanisme transfer langsung ke rekening penerima.
Sementara itu, bantuan sosial APBD difokuskan pada program spesifik daerah seperti bantuan pendidikan, kesehatan, dan modal usaha UMKM yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Beberapa daerah telah menunjukkan progress positif dalam penyaluran bantuan sosial APBD periode Juli 2025.
Kabupaten Tulungagung melalui Kepala Dinas Sosial Wahid Masrur mengonfirmasi bahwa pencairan bansos APBD akan segera digelar bulan ini, meskipun mengalami keterlambatan dari rencana awal.
Terdapat tiga jenis bansos yang akan disalurkan yaitu BLT Prakarsa Lansia (200 penerima), BLT Rentan Miskin Ekstrem (1.040 penerima), dan BLT Disabilitas (385 penerima).
Karena pencairan mengalami penundaan, pemerintah kabupaten berencana menyalurkan secara rapel dalam beberapa bulan ke depan dengan nominal yang disesuaikan jumlah bulan dalam satu periode pencairan.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sosial bersama Bank DKI menjadwalkan bantuan Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) untuk pemegang Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ).
Baca Juga: Pajak AS 0 Persen, iPhone 17 Bakal Turun Drastis? Ini Prediksi Waktu Rilis di Indonesia!
Berdasarkan pola pencairan sebelumnya, bantuan ini biasanya cair pada minggu keempat setiap bulan, diperkirakan sekitar tanggal 25 Juli 2025.
Untuk penyaluran bantuan PKH dan BPNT triwulan ketiga yang mencakup periode Juli-Agustus-September 2025, saat ini masih berada dalam fase prapenyaluran bulan Juli yang meliputi kegiatan verifikasi, validasi, dan penetapan KPM serta lembaga penyalur.
Fase penyaluran diestimasi akan dimulai pada bulan Agustus dengan kegiatan penyaluran bantuan secara serentak disertai monitoring dan pembukaan layanan pengaduan daring maupun luring.
Selanjutnya pada September akan memasuki fase pasca penyaluran yang meliputi evaluasi data, sinkronisasi, dan rekonsiliasi.
Selain itu, pemerintah juga kembali menyalurkan bantuan sosial berupa beras 20 kilogram kepada masyarakat penerima manfaat hingga akhir Juli 2025 sebagai upaya menjaga daya beli dan ketahanan pangan bagi keluarga rentan yang terdampak inflasi.
Bantuan beras ini disalurkan secara bertahap oleh Perum Bulog bekerja sama dengan aparat desa dan kantor pos sebagai mitra distribusi, langsung ke titik distribusi desa, kantor kelurahan, atau lokasi yang telah ditentukan sesuai domisili penerima.
Proses penyaluran bansos triwulan ketiga dilaksanakan dengan prinsip akuntabilitas dan efisiensi, dengan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah serta pengawasan ketat untuk mencegah penyalahgunaan.***
Share this article
Beberapa daerah telah menunjukkan progress positif dalam penyaluran bantuan sosial APBD periode Juli 2025.