AYOJAKARTA.COM - Kabar menggembirakan datang dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang telah memulai proses pencairan bantuan sosial tahap ketiga periode Juli-September 2025.
Bantuan Atensi YAPI menjadi program pertama yang diproses lebih dahulu dibandingkan bantuan sosial lainnya, sebagai bentuk kepedulian pemerintah yang berkelanjutan.
Periode salur terbaru untuk alokasi Juli-September sudah muncul di sistem SIKS-NG, dengan keterangan SP2D yang menunjukkan status "berhasil cek rekening" dan nama-nama penerima yang akan tercairkan sudah tampil di aplikasi.
Baca Juga: Masih Belum Tepat Sasaran, Kemensos Lakukan Ini untuk KPM Bansos PKH atau BPNT pada Tahap Ketiga!
Meskipun masih menunggu cut-off tahap kedua pada tanggal 18, proses ini menandakan bahwa penyaluran bantuan sosial tahap ketiga sudah siap dimulai dan pemerintah tetap berkomitmen memberikan perhatian khusus kepada kelompok yang membutuhkan bantuan atensi khusus.
Untuk nominal bantuan sosial PKH dan BPNT tahap ketiga, Kementerian Sosial telah menetapkan indeks bantuan yang jelas berdasarkan kategori penerima.
Komponen PKH per periode 3 bulan meliputi: ibu hamil dan anak usia dini masing-masing Rp750.000 (dari total Rp 3 juta per tahun), anak sekolah SD Rp 225.000, anak SMP Rp375.000, anak SMA Rp500.000, penyandang disabilitas dan lansia (60 tahun ke atas) masing-masing Rp600.000, serta korban pelanggaran HAM berat sebesar Rp2.700.000.
Sementara itu, bantuan BPNT tetap sebesar Rp600.000 per 3 bulan (akumulasi Rp200.000 per bulan).
Baca Juga: Masih Belum Tepat Sasaran, Kemensos Lakukan Ini untuk KPM Bansos PKH atau BPNT pada Tahap Ketiga!
Namun, untuk bantuan tambahan penebalan sebesar Rp400.000 yang sebelumnya diberikan, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah apakah program tersebut akan dilanjutkan di tahap ketiga atau tidak.
Perkembangan positif juga terjadi pada proses pembukaan rekening kolektif (burkol) untuk KPM yang sedang dalam tahap peralihan ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Kementerian Sosial kini telah menyediakan sistem pengecekan yang dapat diakses melalui pendamping sosial, dinas sosial, atau operator SIKS-NG di kantor kelurahan/desa.
Rekapan data KPM per desa sudah tersedia secara rinci di SIKS-NG, memudahkan masyarakat untuk mengetahui status proses burkol mereka.
Beberapa daerah telah menyelesaikan proses pembagian kartu KKS dan burkol, termasuk Kabupaten Kendal, Sumedang, dan sebagian wilayah Riau yang sudah selesai dengan KKS Bank Mandiri.
Dari 115 kabupaten/kota yang ditargetkan untuk pendistribusian Bank Mandiri, semakin banyak daerah yang melaporkan penyelesaian proses burkol, sehingga KPM tinggal menunggu proses pencairan bantuan sosial.
Bagi KPM yang belum mendapat informasi atau surat undangan, disarankan untuk segera menanyakan kepada pendamping sosial atau operator SIKS-NG di kelurahan/desa karena data sudah tersedia di sistem.***
Share this article
Kabar menggembirakan datang dari Kemensos RI yang telah memulai proses pencairan bantuan sosial tahap ketiga Juli-September 2025.