AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan sistem transaksi nontunai berbasis QRIS untuk metode pembayaran di semua pasar di ibu kota.
Langkah ini diambil sebagai upaya mendorong transaksi nontunai dan memperkuat keamanan di lingkungan pasar.
Rencana ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan dimulai pada tahun 2026.
Pramono mengatakan jika saat ini semua pasar di Jakarta sudah memiliki kerja sama dengan bank binaan.
Baca Juga: 5 Zodiak yang Punya Peruntungan Terbaik 27 Oktober 2025, Siapa Saja?
Ia mengatakan bahwa sistem pembayaran dengan QRIS ini memiliki banyak manfaat untuk pedagang dan pembeli.
Bukan hanya sebagai sistem transaksi yang semakin mudah, namun juga bisa melindungi dari praktik kejahatan dan premanisme.
"Kalau pun ada yang coba mencuri, QRIS-nya nggak bisa dipakai untuk apa-apa," ujar Pramono.
Sebagai informasi, rencana ini merupakan kerja sama Pemprov DKI Jakarta bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain itu, Pramono juga mengatakan bahwa ada ide lain yang nantinya juga diterapkan dalam sistem QRIS ini.
Ide tersebut adalah lomba digitalisasi pasar yang melibatkan bank sebagai peserta, kemudian BI dan OJK berperan sebagai juri.***

Share this article
Pemprov DKI Jakarta akan terapkan sistem pembayaran non tunai atau QRIS di seluruh pasar di Jakarta.