AYOJAKARTA.COM - Keluarga penerima manfaat masih menantikan pencairan BLT Mitigasi Risiko Pangan yang rencananya dicairkan untuk periode Januari-Maret 2024.
BLT Mitigasi Risiko Pangan merupakan bansos tambahan Pemerintah yang diberikan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan dan menjaga daya beli masyarakat.
Kemensos RI menyalurkan bantuan dalam bentuk uang tunai dan non tunai untuk membantu KPM yang mengalami kesulitan pemenuhan kebutuhan karena dampak perubahan musim dan bencana Fenomena alam super El Nino.
Penyaluran BLT Mitigasi Risiko Pangan (MRP) memang sangat ditunggu oleh keluarga penerima manfaat yang memiliki status kelayakan sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh Kemensos.
Awalnya Kemensos menargetkan untuk mencairkan bansos BLT Mitigasi Risiko Pangan mulai bulan Maret bersamaan dengan bulan Ramadhan.
Bansos ini disalurkan dengan tujuan untuk membantu keluarga penerima manfaat yang tidak mampu atau rentan miskin yang terdampak atas kenaikan harga bahan pokok pangan di pasaran.
Kemensos memang bergerak cepat untuk menyalurkan bansos reguler dan tambahan saat bulan Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Beberapa bansos yang telah dicairkan hingga hari ini, antara lain bansos BPNT Tahap 3, PKH Tahap 2, dan bantuan MRP Cadangan Beras Pemerintah 10 kg.
Pemerintah sudah menargetkan pencairan bansos perlinsos bisa dicairkan lebih cepat saat bulan Ramadhan hingga menjelang lebaran.
Akan tetapi hingga minggu ketiga bulan April (pasca lebaran), bansos BLT Mitigasi Risiko Pangan masih belum ada realiasi pencairannya.
Awal mula BLT Mitigasi Risiko Pangan akan dicairkan mulai bulan Februari 2024 (sebelum Pemilu). Akan tetapi pencairan bansos hingga saat ini belum ada tanda-tanda bantuan akan dicairkan.
Penerima BLT Mitigasi Risiko Pangan (BLT MRP) merupakan keluarga rentan miskin atau kategori keluarga tidak mampu serta harus terdaftar DTKS Kemensos RI.
Bantuan ini memang disalurkan untuk menjaga daya beli masyarakat terhadap bahan pokok pangan di tengah tingginya harga bahan pangan di pasaran.
Selain itu, tujuan pemberian bansos ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan hidup dan membantu mencukupi kebutuhan pangan.
Lalu kapan pencairan BLT Mitigasi Risiko Pangan bisa direalisasikan?
Dikutip dari AyoJakarta.com melalui unggahan video di kanal YouTube Diary Bansos (14/4/24), pencairan BLT Mitigasi Risiko Pangan akhirnya menemui titik terang.
Menteri Bidang Perekonomian, Erlangga Hartanto mengumumkan jadwal pencairan BLT Mitigasi Risiko Pangan yang semula akan dicairkan bulan Januari-Maret berubah menjadi April-Juni 2024.
Sehingga bisa diprediksi BLT Mitigasi Risiko Pangan mulai dicairkan pasca lebaran tetapi belum bisa dipastikan untuk tanggal pencairannya.
Pencairan BLT Mitigasi Risiko Pangan yang diberikan untuk semester pertama bulan Januari-Juni karena beberapa pertimbangan akhirnya Pemerintah mengubah periode salur bantuan hingga kuartal kedua yaitu April-Juni 2024.
Bansos ini akan dicairkan untuk 18,8 juta KPM BPNT murni dan KPM BPNT+PKH dengan nominal pencairan sebesar Rp600 ribu.
Proses pencairan BLT Mitigasi Risiko Pangan saat ini juga belum terupdate untuk progres pencairan SIKS-NG mulai dari nama bansos dan periode salurnya.
Kemensos juga masih membuat DIPA (Daftar Isian Pelaksana Anggaran) yang nantinya akan diserahkan kepada Kemenkeu sebagai acuan untuk mencairkan dana BLT Mitigasi Risiko Pangan
Selesainya proses DIPA inilah yang menjadi acuan kapan bansos bisa disalurkan melalui agen penyalur baik KKS ATM Merah Putih Bank Himbara atau BSI dan PT Pos Indonesia.
Bagi KPM BPNT murni dan BPNT+PKH yang masuk dalam kategori penerima layak mendapatkan BLT Mitigasi Risiko Pangan maka dapat mengecek dengan bertanya kepada pendamping sosial agar dapat memantau proses pencairan bantuan melalui akun SIKS-NG agar hasilnya lebih valid.

Share this article
Bansos ini akan dicairkan untuk 18,8 juta KPM BPNT murni dan KPM BPNT+PKH dengan nominal pencairan sebesar Rp600 ribu.