AYOJAKARTA.COM - Akhirnya, kabar baik datang untuk masyarakat penerima Bantuan Sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH).
Saldo dari bansos PKH yang masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) beberapa hari ini telah terjawab.
Lantas, apakah saldo bansos yang muncul di KKS KPM merupakan bantuan PKH tahap 1 atau PKH tahap 2?
Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2024 Resmi Dibuka! Berikut Link, Syarat, dan Tata Cara Pendaftaran
Simak artikel selanjutnya untuk mengetahui informasi yang disampaikan melalui surat resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI berikut ini.
Dikutip Ayojakarta.com dari channel YouTube Diary Bansos, ada surat terbaru dari Kemensos RI yang menjelaskan terkait adanya saldo masuk di kartu KKS para KPM beberapa hari ini.
Diketahui adanya saldo yang masuk di kartu KKS KPM beberapa hari ini bernilai variatif, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 jutaan lebih.
Dengan jumlah nominal tersebut sudah dapat dipastikan bahwa saldo tersebut merupakan bantuan sosial PKH, karena bantuan BPNT nominalnya sama yaitu Rp400 ribu.
Dalam surat dengan nomor 639/3.4/bs.01.00/3/2024, dijelaskan terkait dengan penelitian KPM yang tidak melakukan transaksi atau gagal salur.
Yang mana, surat ini ditujukan kepada SDM PKH setempat, sehubungan dengan berakhirnya periode transaksi pada penyaluran bansos PKH tahap 1 untuk penyeluran melalui PT POS Indonesia periode triwulan Januari-Februari Maret.
Dan untuk periode Januari-Februari tahun 2024 yang dicairkan lewat kartu KKS, Himbara dan juga BSI.
Per tanggal 15 Maret 2024 terdapat sebanyak 137.419 KPM yang belum melakukan transaksi atau gagal salur dengan nominal Rp73.505.342.983.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 101.803 KPM menggunakan Kartu KKS yang ditransaksikan melalui bank terkait dan 35.616 KPM menggunakan layanan PT Pos Indonesia.
Bagi yang menggunakan Kartu KKS, bantuan masih tersimpan dalam kartu tersebut, sedangkan yang melalui PT Pos Indonesia, bantuan akan dikembalikan ke kas negara jika tidak dicairkan dalam masa yang ditentukan.
Kementerian Sosial meminta para pendamping sosial untuk segera mengecek dan memberitahu KPM yang memiliki saldo bantuan PKH yang belum diambil di dalam Kartu KKS mereka.
Para KPM diimbau untuk segera mencairkan bantuannya melalui mesin ATM terdekat atau agen bank.
Baca Juga: 2 Bank Mulai Cek Rekening Penyaluran Bansos. PKH Tahap 2 dan BLT PKH Tinggal Menunggu Waktu?
Pengecekan terhadap KPM yang belum melakukan transaksi ini dilakukan dengan batas akhir penginputan paling lambat hari ini tanggal 24 Maret 2024.
Para pendamping sosial diminta untuk melaporkan hasil penelitiannya melalui tools yang disediakan oleh SDM PKH.
Hal ini menjadi perhatian khusus karena bansos yang tidak dicairkan dapat memberikan peluang kepada masyarakat yang belum pernah mendapatkan bantuan sosial atau yang diusulkan oleh pemerintah daerah.
Diharapkan dengan pencairan bantuan PKH ini, masyarakat penerima manfaat dapat merasakan dampak positifnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, untuk bantuan PKH tahap 2, informasinya masih dalam tahap final closing.
Nama-nama penerima bantuan sudah muncul, namun keterangan lebih lanjut seperti SPM dan SP2D masih belum tersedia. Masyarakat diminta untuk bersabar menunggu proses selanjutnya.
Selain itu, untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) mitigasi risiko pangan sebesar Rp600 ribu, pencairan belum dapat dilakukan karena masih menunggu penyesuaian anggaran dari Kemensos.
Namun, diharapkan bantuan ini dapat segera disalurkan sesuai dengan janji pemerintah sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Hari ini, tanggal 24 Maret, juga merupakan hari pencairan bantuan beras dan bantuan pangan sebesar 10 kg untuk tahap ketiga, bagi daerah yang telah menjadwalkan pencairan.
Dengan demikian, semoga informasi ini memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai proses pencairan bansos khususnya PKH.***

Share this article
khirnya, kabar baik datang untuk masyarakat penerima Bantuan Sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH).