Pencairan PIP Rp900.000 Sudah Bisa Diambil di Bank Penyalur! Lengkap Update Status PKH-BPNT Tahap 2 2025 untuk Desil 1-4

Ilustrasi. Berdasarkan data resmi, terdapat 938.160 siswa dari jenjang SD/SDLB/Paket A, 911.625 siswa dari jenjang SMP/SMPLB/Paket B, 399.260 siswa dari jenjang SMA/SMALB/Paket C, dan 442.698 siswa dari jenjang SMK yang telah ditetapkan sebagai penerima PIP tahap pertama tahun 2025.
Ilustrasi. Berdasarkan data resmi, terdapat 938.160 siswa dari jenjang SD/SDLB/Paket A, 911.625 siswa dari jenjang SMP/SMPLB/Paket B, 399.260 siswa dari jenjang SMA/SMALB/Paket C, dan 442.698 siswa dari jenjang SMK yang telah ditetapkan sebagai penerima PIP tahap pertama tahun 2025.

 
AYOJAKARTA.COM- Pada hari ini, Selasa 20 Mei 2025, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) senilai Rp225.000 hingga Rp900.000 dapat dicairkan melalui kartu ATM atau langsung ke bank penyalur.

Bantuan ini ditujukan bagi para siswa kelas akhir yaitu kelas 6, kelas 9, dan kelas 12 yang telah ditetapkan dalam SK pemberian bantuan PIP yang diterbitkan oleh Pus Labdi Kemendik Putristek pada bulan April 2025.

Berdasarkan data resmi, terdapat 938.160 siswa dari jenjang SD/SDLB/Paket A, 911.625 siswa dari jenjang SMP/SMPLB/Paket B, 399.260 siswa dari jenjang SMA/SMALB/Paket C, dan 442.698 siswa dari jenjang SMK yang telah ditetapkan sebagai penerima PIP tahap pertama tahun 2025.
 
Baca Juga: Waspada Informasi Menyesatkan! Saldo Masuk KKS Beberapa Hari Lalu, Bukan PKH-BPNT Tahap Kedua Tapi...

Penetapan penerima ini didasarkan pada hasil pemadanan data dengan DTKS dan data miskin ekstrem, dengan prioritas bagi siswa yang telah memiliki rekening Simpel aktif dan sebelumnya pernah menerima bantuan PIP.

Proses pencairan dapat dilakukan melalui agen bank terdekat atau mesin ATM bagi yang sudah memiliki kartu ATM Sebertube/KIP.

Sedangkan yang belum memiliki kartu ATM dapat melakukan pencairan langsung di bank penyalur terdekat, yaitu Bank BRI untuk jenjang SD dan SMP sederajat serta Bank BNI untuk jenjang SMA dan SMK sederajat.

Penting untuk diingat bahwa bantuan PIP dalam satu tahun anggaran hanya dicairkan satu kali, sehingga bagi yang sudah mencairkan bantuan sejak April lalu tidak dapat mencairkan kembali pada hari ini.

Tersisa delapan hari lagi terhitung dari tanggal 19 Mei 2025 bagi siswa-siswi kelas akhir yang masuk dalam SK nominasi penerima PIP tahun 2025 untuk melakukan aktivasi rekening Simpel.

SK nominasi ini mencakup siswa yang baru pertama kali menerima bantuan PIP di tahun ini atau siswa yang naik jenjang, khususnya dari SMP ke SMA/SMK yang memerlukan peralihan bank penyalur dari Bank BRI ke Bank BNI.

Berdasarkan informasi terbaru, terdapat 12.902 siswa jenjang SD/SDLB/Paket A, 21.385 siswa jenjang SMP/SMPLB/Paket B, 17.310 siswa jenjang SMA/SMALB/Paket C, dan 11.821 siswa jenjang SMK yang harus melakukan aktivasi rekening Simpel.

Batas akhir proses aktivasi rekening Simpel ke bank penyalur seharusnya tanggal 31 Mei 2025, namun karena tanggal 29-31 Mei merupakan hari libur nasional dan cuti bersama, maka batas akhir efektifnya adalah tanggal 28 Mei 2025.
 
Baca Juga: Gawat! Status KPM Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Beresiko Terhapus, Jika Kedapatan Memiliki Tanda Ini...

Para orang tua dan wali murid diharapkan segera melakukan aktivasi rekening Simpel untuk menghindari pencabutan kepesertaan bantuan PIP yang akan mengakibatkan dana dikembalikan ke kas negara.

Berbeda dengan siswa yang naik jenjang dari SD ke SMP yang masih menggunakan bank penyalur yang sama (Bank BRI).

Siswa yang naik jenjang dari SMP ke SMA/SMK harus melakukan aktivasi rekening baru di Bank BNI karena adanya peralihan bank penyalur.

Status Bantuan PKH dan BPNT Tahap Kedua 2025
 
Sementara itu, hingga tanggal 20 Mei 2025, belum ada perkembangan signifikan terkait status bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap kedua periode April-Juni 2025 di sistem SIKS-NG.

Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) masih menanti informasi mengenai penetapan KPM, evaluasi komponen, final closing, dan proses lainnya yang belum terlihat progresnya di sistem.
 
Baca Juga: Berapa Jumlah Bantuan PKH BPNT Tahap 2 yang Diterima KPM? Berikut Besarannya Berdasarkan DTSEN

Berbeda dengan tahap sebelumnya, acuan penyaluran bantuan tahap kedua ini bukan lagi DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) melainkan DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional).

Dengan fokus penerima bantuan adalah masyarakat yang berada pada desil 1 hingga desil 4, sementara desil 5 masih belum ada kepastian.

Penting untuk dicatat pesan dari Menteri Sosial bahwa bantuan sosial hanya bersifat stimulus sementara, bukan bantuan permanen.

Program ini dirancang untuk membantu KPM naik kelas ekonomi dan menjadi mandiri, dengan target setiap pendamping dapat membina minimal 10 KPM yang berhasil tergraduasi atau naik status ekonominya pada tahun 2025.

Para KPM diiimbau untuk mulai merintis usaha sendiri dan mencari sumber pendapatan tambahan agar tidak terus bergantung pada bantuan sosial pemerintah.

Hal ini karena pada hakikatnya program bantuan ini diberikan sebagai dorongan untuk mencapai kesejahteraan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.***
Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# bank penyalur
# cair
# cair
# KPM
# PIP

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.