AYOJAKARTA.COM - Penyaluran bantuan sosial triwulan ketiga periode Juli-September 2025 kini telah dimulai dengan gencar di berbagai daerah Indonesia.
Sebanyak 115 kabupaten/kota terpantau mulai menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan nominal pencairan berkisar antara Rp300.000 hingga Rp1,8 juta yang masuk ke rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Penyaluran dilakukan melalui dua mekanisme utama, yaitu melalui rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang terhubung dengan bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri, dan BSI) serta melalui layanan PT Pos Indonesia khususnya untuk daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Baca Juga: Mahasiswa KKN Universitas Panca Marga Probolinggo, Sukses Gelar Workshop Pemanfaat AI dalam Pembelajaran bagi Guru di Sumberasih
Data terkini menunjukkan Bank Mandiri telah mendistribusikan 456.713 kartu KKS Merah Putih untuk bansos termasuk BPNT dan PKH di 115 kabupaten/kota pada Agustus 2025.
Dengan beberapa daerah yang mencakup Kabupaten Balangan, Banggai, Banyumas, Bengkayang, Bogor, Brebes, Cilacap, Garut, dan berbagai daerah lainnya.
Selain PKH dan BPNT, berbagai jenis bantuan sosial lainnya juga turut disalurkan secara serentak di seluruh Indonesia.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyalurkan bantuan Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) kepada 56.351 penerima baru di Balai Kota Jakarta pada 8 Agustus 2025, dengan masing-masing penerima mendapatkan Rp300.000 per bulan.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa penetapan penerima bantuan dilakukan melalui pemadanan data kependudukan dengan Kemendagri, kepemilikan aset Bapenda, ketidaklayakan pada SIKS Kemensos, data Warga Binaan Sosial (WBS) panti sosial, serta kriteria usia anak yang lebih dari 6 tahun.
Data terkini menunjukkan Bank Mandiri telah mendistribusikan 456.713 kartu KKS Merah Putih untuk bansos termasuk BPNT dan PKH di 115 kabupaten/kota pada Agustus 2025.
Dengan beberapa daerah yang mencakup Kabupaten Balangan, Banggai, Banyumas, Bengkayang, Bogor, Brebes, Cilacap, Garut, dan berbagai daerah lainnya.
Selain PKH dan BPNT, berbagai jenis bantuan sosial lainnya juga turut disalurkan secara serentak di seluruh Indonesia.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyalurkan bantuan Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) kepada 56.351 penerima baru di Balai Kota Jakarta pada 8 Agustus 2025, dengan masing-masing penerima mendapatkan Rp300.000 per bulan.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa penetapan penerima bantuan dilakukan melalui pemadanan data kependudukan dengan Kemendagri, kepemilikan aset Bapenda, ketidaklayakan pada SIKS Kemensos, data Warga Binaan Sosial (WBS) panti sosial, serta kriteria usia anak yang lebih dari 6 tahun.
Baca Juga: Komitmen Pemprov Hadirkan Jakarta Hijau 2025, Salah Satunya Program Proklim
Sementara itu, program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa senilai Rp300.000 per bulan juga disalurkan di beberapa daerah termasuk Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (Sumatera Selatan), Ngawi dan Jember (Jawa Timur), serta Halmahera Selatan (Maluku Utara).
Dengan sistem pembayaran yang bervariasi mulai dari bulanan hingga dirapel untuk beberapa bulan sekaligus mencapai total Rp1.800.000.
Pemantauan melalui aplikasi SIKS-NG per tanggal 9 Agustus 2025 menunjukkan proses penyaluran terus berlangsung dengan berbagai update status bantuan.
Bantuan Atensi sudah kembali berubah ke periode salur Juli-September 2025 dengan status "berhasil cek rekening", yang menandakan penerima manfaat akan segera menerima bantuan setelah melalui proses pengecekan rekening yang sukses.
Program Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan juga telah diupdate dengan keterangan "PBI JKN Juli 2025, PBI aktif berhasil didaftarkan kembali dari BPJS".
Sementara itu, program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa senilai Rp300.000 per bulan juga disalurkan di beberapa daerah termasuk Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (Sumatera Selatan), Ngawi dan Jember (Jawa Timur), serta Halmahera Selatan (Maluku Utara).
Dengan sistem pembayaran yang bervariasi mulai dari bulanan hingga dirapel untuk beberapa bulan sekaligus mencapai total Rp1.800.000.
Pemantauan melalui aplikasi SIKS-NG per tanggal 9 Agustus 2025 menunjukkan proses penyaluran terus berlangsung dengan berbagai update status bantuan.
Bantuan Atensi sudah kembali berubah ke periode salur Juli-September 2025 dengan status "berhasil cek rekening", yang menandakan penerima manfaat akan segera menerima bantuan setelah melalui proses pengecekan rekening yang sukses.
Program Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan juga telah diupdate dengan keterangan "PBI JKN Juli 2025, PBI aktif berhasil didaftarkan kembali dari BPJS".
Baca Juga: Padel Gratis hingga Jogging Track untuk Warga Jakarta, Intip Fasilitas yang Dibangun di Taman Bendera Pusaka
Memungkinkan penerima manfaat untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis di Puskesmas, klinik, dan rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS.
Namun untuk bantuan PKH dan BPNT tahap 3, status belum dapat dicek di aplikasi SIKS-NG karena proses verifikasi dan validasi calon penerima masih terus diproses oleh Badan Pusat Statistik dan Kementerian Sosial.
Pemerintah tetap memberikan akses mudah bagi masyarakat untuk mengecek status kepesertaan bantuan sosial secara online melalui berbagai platform resmi yang telah disediakan.***
Memungkinkan penerima manfaat untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis di Puskesmas, klinik, dan rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS.
Namun untuk bantuan PKH dan BPNT tahap 3, status belum dapat dicek di aplikasi SIKS-NG karena proses verifikasi dan validasi calon penerima masih terus diproses oleh Badan Pusat Statistik dan Kementerian Sosial.
Pemerintah tetap memberikan akses mudah bagi masyarakat untuk mengecek status kepesertaan bantuan sosial secara online melalui berbagai platform resmi yang telah disediakan.***

Share this article
Penyaluran bantuan sosial triwulan ketiga periode Juli-September 2025 kini telah dimulai dengan gencar di berbagai daerah Indonesia.