AYOJAKARTA.COM - Sejalan dengan arahan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, jajaran Kementerian Sosial terus melakukan akselerasi dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) termasuk BLT BBM tahap II per 2 bulan (November, Desember).
Dalam bantuan sosial, Direktur Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia Haris menargetkan penyaluran BLT BBM tahap kedua yang menyasar 20,65 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan selesai dalam 10 hari.
Selain bantuan sosial dan BLT BBM tahap kedua periode November-Desember, PT Pos Indonesia juga menyalurkan Bantuan PKH triwulan keempat, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) per 3 bulan (Oktober, November, Desember).
Baca Juga: Selamat Tinggal kepada Deretan Bansos Ini karena Tidak akan Dilanjutkan di 2023
Di kutip AyoJakarta.com dari laman kemensos.go.id penyaluran bantuan sosial ini juga masuk dalam rangkaian HUT KORPRI ke-51.
“Untuk PKH hari ini sudah sekitar 9,4 juta KPM dari 10 juta KPM tersalurkan seluruh Indonesia. Kemudian BLT BBM realisasi penyaluran per hari ini mencapai 89,10 persen khusus DKI Jakarta,” kata Sekjen Kemensos, Harry Hikmat
Selain itu, untuk BPNT atau Sembako dengan target 18,8 juta KPM dalam proses penyaluran oleh PT Pos Indonesia. Per hari Selasa (29/11/2022).
Baca Juga: Hore! Anggota PKH dan BPNT Akan Dapat Tambahan Bansos Rp 500 Ribu di Tahun 2023
Realisasi penyaluran BPNT atau sembako telah mencapai 80,40 persen khusus di DKI Jakarta.
Dalam pernyataannya, Harry Hikmat menekankan, indeks bantuan PKH tergantung komponen, seperti kompenen balita, anak sekolah, ibu hamil, lansia dan penyandang disabilitas.
Besaran BPNT yaitu Rp200 ribu per bulan sehingga total yang diterima per 3 bulan yaitu Rp600 ribu, sedangkan untuk BLT BBM yaitu Rp 150 ribu per bulan, sehingga total yang diterima per 2 bulan yaitu Rp300 ribu.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini 3 Bansos yang Tidak Akan Dilanjutkan di Tahun 2023
Kemensos menggandeng PT Pos Indonesia dalam penyaluran bantuan sosial ini dengan beberapa alasan.
Pertama, hasil evaluasi penyaluran-penyaluran sebelumnya menunjukan bahwa PT Pos Indonesia mampu menyalurkan bantuan dengan cepat dan bisa mengurangi hambatan dalam penyaluran.
Kedua, PT Pos Indonesia memiliki kantor cabang yang merata di seluruh Indonesia, hampir kecamatan memiliki kantor pos.
Baca Juga: Sayang Sekali, Ada 4 Bansos yang Tak Dicairkan Lagi di 2023, Cek Lengkapnya di Sini
Termasuk daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Tertular). Ini memudahkan akses KPM dalam mengambil bantuan sosial,” ucapnya.
Sejalan dengan itu, Dirjen Dukcapil yang sekaligus Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI, Zudan Arif Fakrulloh menyatakan mendukung penuh upaya Kemensos ini.
“Kami mendukung penuh Kemensos untuk memberi bantuan secara tepat sasaran dan kami berkolaborasi untuk itu," kata Zudan.
Baca Juga: Tak Perlu Khawatir Lagi, 6 Bansos Ini Akan Kembali Turun Pada 2023 Mendatang, Cek Detailnya di Sini!
Zudan juga menjelaskan bahwa sejak KTP Elektronik diluncurkan tahun 2011, pihaknya menjamin tidak ada data ganda. Ia memastikan satu penduduk hanya punya satu NIK.
Jika ada data ganda, pihaknya akan melakukan tracing. Misal NIK beda, nama sama, nama orang tua sama, maka akan dipilih salah satu yang NIK-nya sudah terdaftar KTP Elektronik.
Selain itu, pemerintah juga memberikan akses jika ditemukan masyarakat yang layak menerima bansos namun belum memiliki NIK.
Kemensos bekerjasama dengan Ditjen Dukcapil akan membuatkan NIK kepada yang bersangkutan agar bisa menerima bansos. "Jika ada yg butuh bansos tapi belum ada NIK akan kita buatkan NIK," kata Zudan.
Dalam kesempatan ini, Kemensos juga menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa 2 kursi roda untuk lansia dan 3 paket sembako kepada KPM yang telah diasesmen kebutuhannya oleh Sentra Mulya Jaya Jakarta.***

Share this article
Berikut informasi lengkap besaran bansos dari Kemensos yang akan diterima masyarakat, mulai Rp 150 ribu hingga Rp 600 ribu.