AYOJAKARTA.COM – Pada bulan November lalu marak terdengar kabar PHK besar-besaran yang dilakukan oleh banyak perusahaan startup.
GoTo (Gojek-Tokopedia) melakukan PHK dalam jumlah yang besar yaitu 1.300 karyawan. Keputusan PHK juga diambil oleh Ruangguru yang memutus hubungan kerja dengan ratusan pegawai.
Terjadinya fenomena ini tentu memiliki penyebab, pada artikel ini akan membongkar penyebab mengapa startupmenjadi korban ganasnya gelombang PHK.
Baca Juga: Marak PHK, Sri Mulyani Heran Pajak Penghasilan Karyawan Justru Tumbuh 21 Persen
Tidak hanya perusahaan teknologi seperti GoTo, Ruangguru, dan Ajaib saja yang melakukan PHK tapi juga perusahaan global ternama.
Perusahaan global ternama yang dimaksud adalah seperti Twitter dan Meta yang melakukan perampingan karyawan sebanyak 11.000 orang.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Instagram @finfolkmoney pada Selasa, 13 Desember 2022, inilah 5 hal yang menjadi penyebab badai PHK yang menyerang karyawan startup.
Baca Juga: Google akan PHK 10 Ribu Karyawan untuk Hemat 'Dompet' Perusahaan
1. Ekspektasi Investor Terlalu Tinggi
Sektor teknologi sempat mengalami perkembangan yang sangat cepat pada masa pandemi. Ini dibuktikan dari data yang mengatakan screen time meningkat bahkan lebih dari 70% ketika terdapat kebijakan yang mengharuskan masyarakat untuk berada di rumah saja saat pandemi.
Hampir semua orang memilih beralih melakukan hal-hal yang biasa dilakukan secara offline menjadi online.
Oleh karena itu perusahaan tech menjadi incaran dari banyak investor karena melihat besarnya peluang mendapatkan keuntungan, lalu para investor berekspektasi dengan tinggi.
Baca Juga: Upah Minimum 2023 Naik 10 Persen, Ruangguru Terpaksa Lakukan PHK Massal
2. Overconfident dengan Proyeksi Bisnis
Pada saat masa-masa pandemi sudah berjalan sekitar 1 tahun, startup membuat proyeksi bisnis dengan gerakan yang agresif.
Hal ini dilakukan startup dengan cara seperti overheating karyawan, perusahaan melakukan rekrut karyawan secara berlebihan dan besar-besaran.
Namun ternyata proyeksi bisnis yang diharapkan tidak sesuai dengan yang didapat saat pandemi sudah berakhir karena kondisi pasar kembali ke dalam keadaan normal seperti semula.
3. Startup Beradaptasi dengan Kondisi Makro Ekonomi Saat Ini
Ada kondisi ekonomi makro yang sangat berpengaruh terhadap perusahaan yaitu seperti kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Global, inflasi, dan perang Rusia-Ukraina.
Kenaikan suku bunga merupakan tindakan yang dilakukan oleh bank sentral untuk mengatasi kenaikan inflasi yang tidak terkendali, hal ini tentu akan berpengaruh pada pengeluaran uang yang terjadi di pasar.
Baca Juga: Badai PHK Massal di Sejumlah Perusahaan Digital, PSI Angkat Bicara
4. Kebanyakan Bakar Uang
Bakar uang merupakan analogi yang digunakan untuk menggambarkan strategi seperti memberikan promo untuk menarik pembeli dan mendapatkan banyak konsumen.
Namun sekarang sudah dapat dirasakan bahwa promo-promo yang dulunya diberikan sudah mulai tidak bisa dinikmati lagi karena perusahaan sedang melakukan refocus dengan cara mengurangi bakar uang.
5. Persepsi Bahwa PHK Bisa Meningkatkan Profitabilitas
Pada beberapa perusahaan startup masih ditemukan mentalitas yang menyamakan PHK dengan keuntungan. Terlepas dari kondisi ekonomi, PHK seringkali digunakan sebagai alasan untuk meningkatkan keuntungan.
Itulah 5 hal yang bisa menjadi penyebab terjadinya PHK pada perusahaan-perusahaan startup.***
Share this article
Terjadi di GoTo hingga Ruangguru, inilah 5 hal yang menjadi penyebab badai PHK yang menyerang karyawan startup.