AYOJAKARTA.COM - Di tahun 2022 lalu, pemerintah menggelontorkan dana triliunan untuk memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat.
Salah satu programnya adalah PKH atau Program Keluarga Harapan yang akan kembali di salurkan di tahun 2023.
Pemerintah bahkan memberikan anggaran hingga Rp 473 triliun untuk sejumlah bansos lainnya.
Anggaran bansos yang dianggarkan pemerintah untuk tahun 2023 sebesar Rp 473 Triliun tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Jumat 2 Desember 2022 lalu.
Baca Juga: Cara Dapat Bansos 2023, Mudah Hanya Cukup Penuhi 2 Syarat Dasar Ini, Apa Saja? Simak di Sini!
Dikutip Ayojakarta.com dari Suara.com pada Kamis 15 Desember 2022, Sri Mulyani menyampaikan anggaran tersebut dalam penyampaian Daftar Isi Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2023 di Istana Negara.
"Perlindungan sosial, APBN pelindung masyarakat, shock absorber, sebesar Rp 476 triliun," kata Sri Mulyani.
Anggaran bansos tahun 2023 tersebut menurut Sri Mulyani akan dibagi melalui anggaran belanja pemerintah pusat sebesar Rp 454,7 triliun.
Kemudian akan ditransfer sebesar Rp 17 triliun ke daerah (TKD) dan juga pembiayaan Rp 4,3 triliun.
Baca Juga: Kabar Gembira! Ada Bantuan 20 Juta Bagi KPM yang Memiliki Kondisi Rumah Begini, Cek di Sini!
Nantinya anggaran bansos tahun 2023 tersebut akan dimasukkan ke dalam beberapa program bantuan kepada masyarakat.
Salah satunya adalah PKH yang telah dilakukan di tahun 2022 ini dan akan dilanjut kembali di tahun 2023 mendatang.
Selain Program PKH bagi KPM, Kementerian Sosial juga akan mengalokasikan bansos tersebut kedalam Program Kartu Sembako.
Kemudian disalurkan juga sebagai bantuan iuran bagi 96,8 juta peserta PBI JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
Baca Juga: Meski Tak Mudah, Daftar HP Ini Sudah Penuhi Syarat Update Android 14
Tak hanya itu, pemerintah juga akan menggandeng Kemendikbud Ristek untuk menyalurkan kembali Program Indonesia Pintar (PIP) dan Program KIP Kuliah sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pemerintah terus berupaya mendorong laju pertumbuhan ekonomi masyarakat, termasuk perlindungan sosial bagi masyarakat, apalagi kondisi pasca Covid-19 yang membuat ekonomi melemah.
Presiden Joko Widodo juga sempat menyampaikan jika ada ancaman krisis ekonomi yang akan dihadapi di tahun 2023.
Pemberian bantuan sosial atau bansos tersebut diharapkan mampu memberi keseimbangan pada masyarakat akibat dampak pemulihan yang belum maksimal, ketegangan politik Rusia dan Ukraina, perang dagang AS dan China hingga kenaikan harga komoditas.
Data yang akurat juga diharapkan dapat terus ditingkatkan agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran dan semakin responsif serta akurat.***

Share this article
Berikut kabar gembira untuk para KPM. Di tahun 2023 pemerintah siap menggelontorkan bansos Rp 476 triliun.