TEBET, AYOJAKARTA.COM - Sejumlah pedagang kulit ketupat dari janur pohon kelapa mengaku tidak mengalami penurunan omzet jelang lebaran di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Cahyo (31) seorang pedagang kulit ketupat di kawasan Pasar Agung, Depok, Jawa Barat, mengaku masih banyak konsumen yang membeli kulit ketupatnya meski telah diberlakukannya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Awalnya sempat khawatir sepi pembeli, tapi ternyata malah banyak peminatnya, malah saya kewalahan memenuhi permintaan pembeli," katanya kepada Ayojakarta, Jumat (22/5/2020).
Hal serupa juga diungkapkan oleh Siti Aisyah (28), penjual kulit ketupat di kawasan Pasar Palsigunung, Depok, Jawa Barat. Dirinya mengaku omzet penjualan kulit ketupatnya pada tahun ini tidak mengalami penurunan walaupun situasi sedang sulit di tengah pandemi Covid-19.
AYO BACA : Cara Masak Ketupat dengan 20-30-20-30, Simak Penjelasannya
"Saya jual kulitnya saja Rp2000 satunya, kalau pembeli minta sudah jadi ketupat saya jual dengan harga Rp3500 satunya, masih banyak yang pesan ke saya," katanya.
"Gak terlalu berpengaruh sih, walaupun sedang corona, pembeli saya masih banyak, omzet juga masih bagus," tambahnya.
Meski begitu Cahyo dan Siti mengaku tetap menerapkan social distancing dengan para pelanggannya.
Mereka juga tetap menuruti aturan pemerintah dengan menyediakan tempat cuci tangan sehingga dirinya dan para pembeli tetap aman saat berbelanja.
AYO BACA : Demi Ketupat Lebaran Warga Bekasi ke Pasar
Share this article
Gak terlalu berpengaruh sih, walaupun sedang corona,