AYOJAKARTA.COM - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar beberapa waktu lalu mengatakan bahwa resesi ekonomi global hampir pasti akan terjadi di 2023 atau bisa jadi lebih cepat.
International Monetary Fund (IMF) memprediksi sebanyak 31 dari 72 negara mengalami resesi.
Hal ini dikarenakan kontraksi dalam produk domestik bruto riil yang berlangsung selama dua kuartal berturut-turut.
Dalam laporan World Economic Outlook (WEO), ada sekitar 43 persen ekonomi negara dengan perkiraan data kuartalan mengalaminya (resesi), yakni 31 dari 72 negara, lebih dari sepertiga PDB dunia, terlihat di beberapa titik selama 2022 —2023.
Resesi sendiri dalam ekonomi makro diartikan sebagai kondisi produk domestik bruto (GDP) menurun atau juga ketika pertumbuhan ekonomi rill bernilai negatif selama satu tahun atau 2 kuartal berturut-turut. Resesi juga bisa diartikan dimana kondisi perekonomian suatu negara sedang memburuk.
Resesi di suatu negara akan berdampak pada melambatnya ekonomi negara, nilai mata uang melemah hingga kurangnya investor.
Bagi masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah, mereka akan lebih merasakan dampaknya. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari akan semakin sulit karena naiknya harga bahan pokok dan juga PHK akan sering terjadi.
Berikut ini beberapa tips untuk menghadapi resesi yang akan datang agar finansial tetap aman dilansir AyoJakarta.com dari suara.com:
1. Fokus pada pekerjaan utama
Apupun pekerjaan anda, karyawan ataupun bos, tetap pertahankan performa positif. Anda harus tetap fokus meberikan kinerja yang terbaik.
2. Perkuat finansial
Anda dapat memperkuat finansial anda dengan mengalokasikan pendapatan untuk tabungan. Menambah bisnis kecil-kecilan juga dianjurkan untuk menambah penghasilan agar tabungan anda semakin kuat.
3. Hemat pengeluaran
Utamakan kebutuhan terlebih dahulu, dan sebisa mungkin tunda pengeluaran yang kurang penting.
4. Siapkan dana darurat
Selain tabungan, dana darurat juga amat penting untuk anda perhatikan. Alokasikan pemasukan anda dari gaji tetap sekian persen ke dalam dana darurat. Usahakan lebih perbanyak lagi jumlahnya.
5. Luaskan koneksi
Hal ini juga tidak boleh disepelekan. Dalam masa krisis tidak ada salahnya membuat relasi baru dengan orang-orang baru karena nantinya pasti akan menguntungkan ketika ingin memulai bisnis tambahan baru. Memperluas koneksi juga harus dilakukan secara selektif.
Demikian beberapa tips yang bisa anda lakukan dan persiapkan dalam menghadapi kemungkinan resesi yang akan terjadi. Semoga bermanfaat. (Izza Salsabila)
Share this article
Berikut ini adalah lima tips agar finansial tetap aman di tengah resesi ekonomi global 2023 yang mengancam.