AYOJAKARTA.COM - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran terhadap ketahanan energi global, termasuk di Indonesia.
Konflik yang melibatkan Israel, Iran, dan dukungan dari Amerika Serikat membuat masyarakat mulai mempertanyakan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Menanggapi hal tersebut, Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM nasional tetap aman.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa stok BBM Indonesia saat ini berada pada kisaran 21 hari.
Menurutnya, angka tersebut merupakan kondisi normal dalam sistem logistik energi nasional.
Stok tersebut terus diperbarui secara berkala melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari.
Stok sekitar 21 hari merupakan cadangan normal yang selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional dan terus dilakukan top-up sesuai kebutuhan.
Meski demikian, konflik global membuat pemerintah meningkatkan kewaspadaan. Pertamina melakukan berbagai langkah mitigasi seperti diversifikasi sumber minyak mentah, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta memperkuat sistem distribusi energi.
Situasi geopolitik ini sempat memicu kepanikan di sejumlah daerah. Di Aceh Tengah dan Banda Aceh, antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU.
Warga terlihat membeli BBM menggunakan jeriken dalam jumlah besar, sehingga menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi pengisian bahan bakar.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying karena distribusi BBM masih berjalan normal.
Sementara itu, Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa stok BBM sekitar 20–25 hari bukan berarti Indonesia kekurangan pasokan energi.
Angka tersebut lebih mencerminkan kapasitas penyimpanan BBM nasional yang memang terbatas.
Menurut Bahlil, fasilitas storage BBM di Indonesia saat ini hanya mampu menampung cadangan sekitar 25 hari.
Karena itu, stok yang tersedia disesuaikan dengan kapasitas penyimpanan yang ada.
Untuk memperkuat ketahanan energi, pemerintah telah mendapat arahan dari Prabowo Subianto untuk membangun fasilitas penyimpanan BBM baru.
Targetnya, Indonesia dapat memiliki cadangan energi hingga 90 hari atau sekitar tiga bulan, sesuai standar minimum global.
Di tengah kekhawatiran krisis energi, muncul kembali wacana pengembangan energi alternatif dalam negeri.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah bahan bakar alternatif berbasis jerami bernama Bobibos.
Energi alternatif ini diklaim mampu digunakan pada kendaraan berbahan bakar bensin maupun solar.
Bahkan, uji coba yang dilakukan pada 2025 disebut menunjukkan hasil positif.
Anggota DPR RI sekaligus Dewan Pembina Bobibos, Mulyadi, menilai kondisi geopolitik saat ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat pengembangan energi alternatif dalam negeri.***
Share this article
Tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah, Pertamina jamin stok BBM aman di level 21 hari. Pemerintah berencana tingkatkan cadangan ke 90 hari dan dorong energi alternatif berbasis jerami, Bobibos.