AYOJAKARTA.COM - Setelah pengumuman resmi dari Kementerian Sosial Republik Indonesia pada tanggal 28 Mei 2025 yang menindaklanjuti arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua tahun 2025 telah dimulai secara serentak dan bertahap di seluruh Indonesia.
Yang menarik dari perkembangan terbaru ini adalah bahwa Kementerian Sosial tampaknya tidak lagi sepenuhnya bergantung pada status aplikasi SIKS-NG sebagai acuan utama untuk melakukan pencairan bantuan.
Baca Juga: Sidang Gugatan Ijazah Jokowi di UGM Ditunda, Ada Permohonan Intervensi Baru
Meskipun mayoritas Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah berhasil melewati proses verifikasi rekening di aplikasi tersebut.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan KPM, apakah aplikasi SIKS-NG masih menjadi patokan untuk pencairan PKH-BPNT tahap kedua atau pemerintah telah menggunakan sistem baru yang berbeda dari pencairan-pencairan sebelumnya.
Para pendamping sosial di seluruh Indonesia telah menerima instruksi khusus untuk segera mengoordinasikan anggota KPM agar melakukan pengecekan saldo secara berkala.
Dengan pesan resmi yang menyatakan bahwa bantuan PKH telah turun secara bertahap dan harus dicek dengan hati-hati untuk menghindari pemblokiran rekening.
Baca Juga: Link Download SPTJM Tidak Buta Warna untuk Pendaftaran SPMB Jakarta 2025, Tinggal Klik!
Serta penggunaan dana harus sesuai dengan peruntukannya yaitu untuk keperluan sekolah dan lansia sesuai kebutuhan dengan kewajiban melaporkan setiap transaksi yang dilakukan.
Bukti konkret pencairan PKH-BPNT tahap kedua mulai terlihat dengan adanya laporan masuknya saldo di berbagai bank penyalur pada tanggal 29 Mei 2025.
Yang menunjukkan bahwa Kementerian Sosial benar-benar telah mengeksekusi instruksi pencairan bantuan sosial dengan cepat.
Di Bank Negara Indonesia (BNI), tercatat beberapa transaksi signifikan seperti saldo masuk sebesar Rp501.000 atau Rp500.000 yang dicairkan pada jam 8.00 pagi untuk komponen lansia PKH, serta saldo sebesar Rp500.000 untuk komponen Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Baca Juga: SMUB 2025 Sudah Dibuka! Cek Jadwal Pendaftaran Seleksi Mandiri Universitas Brawijaya Berikut Ini
Selain itu, terdapat juga pencairan dengan nominal Rp875.000 yang masuk pada jam 5.00 sore waktu Indonesia Barat, dan saldo Rp593.000 atau sekitar Rp600.000 setelah dipotong biaya administrasi yang masuk pada jam 10.00 pagi.
Di Bank Syariah Indonesia (BSI), juga terdapat pencairan dengan nominal Rp400.000 pada tanggal 29 Mei 2025.
Meskipun nominal ini tidak sesuai dengan daftar komponen PKH yang biasanya sebesar Rp600.000 untuk lansia dan Rp500.000 untuk SMA.
Sehingga menimbulkan spekulasi bahwa nominal Rp400.000 tersebut mungkin merupakan bantuan BPNT untuk periode April dan Mei 2025 atau ada perubahan formula perhitungan bantuan yang belum diumumkan secara resmi.
Baca Juga: Tidak Lolos SNBT? Simak Jadwal Seleksi Mandiri Unair 2025, Pendaftaran Sudah Dimulai!
Fenomena pencairan yang beragam ini menunjukkan bahwa Bank BNI tampaknya menjadi bank yang paling aktif dalam proses penyaluran bantuan PKH-BPNT tahap kedua ini.
Situasi terkini mengindikasikan adanya perubahan signifikan dalam mekanisme pencairan bantuan sosial, dimana meskipun aplikasi SIKS-NG masih menunjukkan status "berhasil cek rekening" untuk mayoritas KPM.
Kementerian Sosial telah menginstruksikan agar pencairan bantuan dimulai tanpa menunggu proses lengkap Surat Perintah Membayar (SPM), SP2D, Standing Instruction (SI), dan top up seperti mekanisme sebelumnya.
Perubahan ini kemungkinan besar terkait dengan transisi dari sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang memerlukan adaptasi prosedur operasional baru dalam penyaluran bantuan sosial.
Baca Juga: Bantuan KJMU Semester 1 2025 Sudah Cair Rp9 Juta per Semester: Cek Jumlah Penerima
Para KPM sangat disarankan untuk secara rutin melakukan pengecekan saldo melalui aplikasi mobile banking masing-masing bank.
Mengingat pemerintah telah menganjurkan penggunaan layanan perbankan digital untuk memudahkan monitoring tanpa harus keluar rumah dan mengeluarkan biaya transportasi tambahan.
Dengan semakin banyaknya laporan pencairan yang terkonfirmasi, terutama di Bank BNI, diharapkan momentum ini akan terus berlanjut.
Sehingga seluruh KPM yang berhak dapat segera menerima bantuan PKH-BPNT tahap kedua sesuai dengan komponen masing-masing.
Meskipun masih diperlukan cross check lebih lanjut untuk memastikan keakuratan data dan proses pencairan yang sedang berlangsung.***
Share this article
PKH-BPNT tahap 2 mulai cair 29 Mei 2025. Saldo masuk bervariasi, cek rutin via mobile banking, tak lagi bergantung penuh pada SIKS-NG.