AYOJAKARTA.COM - Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat dikejutkan dengan naiknya harga telur yang beredar di pasaran.
Kenaikan harga telur ayam ras yang mencapai kisaran angka Rp 30 sampai 40 ribu per kilogram juga terjadi di sejumlah wilayah Jabodetabek.
Selain di Jabodetabek, kenaikan harga telur juga terjadi di kawasan Indonesia Timur yang melonjak pesat dalam dua pekan terakhir.
Baca Juga: Jawaban Skakmat dari Istana untuk Anies Baswedan Soal Kritikan Pembangunan Jalan Era Jokowi vs SBY
Berdasarkan hasil pengamatan, kenaikan harga telur juga terjadi di wilayah Lampung, Kuningan serta Cianjur.
Adapun besaran tingkat kenaikan harga telur yang terjadi di wilayah-wilayah tersebut cukup bervariasi.
Terkait dengan peningkatan harga telur tersebut, para pedagang kemudian mengalami imbas akibat sepinya penjualan.
Selain pedagang telur, imbas dari kenaikan harga tersebut juga ikut berdampak pada sejumlah pengusaha.
Baca Juga: Survei Litbang Kompas: Elektabilitas Prabowo Subianto Berada di Puncak Ungguli Ganjar dan Anies
Para pengusaha yang menggunakan telur sebagai bahan baku kemudian menyiasatinya dengan membeli telur pecahan yang lebih murah.
Sehubungan dengan kenaikan harga di pasaran, para pedagang telur menyebut hal itu merupakan dampak dari kenaikan biaya pakan ternak.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Herman yang merupakan salah satu pedagang telur di pasar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
“Kalo kita tanya distributor, katanya penyebabnya bahan pangan dan biaya perawatan ternak ayamnya,” kata Herman.
Baca Juga: Harga Telur Ayam Ras DKI Jakarta Merangkak Naik Hari Ini di Kisaran Rp34.000 per Kg
Menyikapi kenaikan harga telur, Herman dan semua masyarakat berharap campur tangan pemerintah dalam menekan harga telur.
Harapan yang dimiliki masyarakat sejalan dengan peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 5 tahun 2002 tentang harga acuan di tingkat produsen dan konsumen.
Di mana dalam peraturan tersebut dinyatakan bahwa harga telur ayam ras di tingkat konsumen sebesar Rp 27.000 per kilogram.
Namun demikian fakta yang terjadi di lapangan, harga telur melebihi harga yang telah ditentukan BPN.
Menyikapi fakta yang terjadi di masyarakat terkait dengan kenaikan harga telur, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memberi tanggapan.
Menurutnya kenaikan harga telur yang terjadi di masyarakat merupakan dampak dari kenaikan harga pakan ternak di tingkat distributor.
Selain meningkatnya harga pakan ternak, kenaikan juga diakibatkan jumlah induk ayam petelur yang mengalami peremajaan dan pengusaha yang tutup usaha.
“Banyak sekali pengusaha telur itu yang bangkrut karena harganya terlalu murah kemarin,” jelas Mendag.
Baca Juga: Dijamin Gurih, Ini Resep Kue Telur Gabur dengan 4 Bahan, Cocok Disajikan saat Idul Fitri
Terkait dengan situasi tersebut Zulhas menambahkan, perlu waktu agar komoditi dan persediaan telur kembali seperti semula.
Meski demikian, Mendag telah melakukan langkah-langkah untuk menyeimbangkan harga jual di pasaran.
“Kita akan subsidi pakan ternak,” pungkas Zulhas seperti dikutip Ayojakarta pada Kamis 25 Mei 2023 dari YouTube Metro TV.***

Share this article
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan buka suara terkait naiknya harga telur yang melonjak selama dua pekan belakangan.