AYOJAKARTA.COM– Program Kredit Usaha Rakyat atau KUR BRI 2023 masih selalu jadi idaman bagi masyarakat.
Khususnya bagi para pelaku UMKM yang kebanyakan mengandalkan modal usahanya dari program KUR BRI 2023.
Pasalnya syarat mengajukan pinjaman melalui program KUR BRI 2023 terbilang mudah.
Baca Juga: Heboh SVB Kolaps, BRI: Perbankan di Indonesia Jauh dari Episentrum Krisis Tersebut!
Selain mudah, program KUR BRI 2023 juga dikenal membuka program pinjaman dengan bunga yang relatif rendah per tahunnya yakni sekitar 6 persen.
Selain itu, tenor pembayaran cicilan yang ditawarkan oleh program KUR BRI 2023 juga sangat beragam.
Sehingga calon nasabah yang mengajukan kredit bisa menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing untuk membayar cicilan pinjaman.
Akan tetapi, meski dikenal dengan syarat mudah dan bunga yang relatif ringan, ternyata tidak semua sektor usaha bisa mengajukan pinjaman melalui program KUR BRI 2023.
Baca Juga: Tumbuh Melesat, Laba bank bjb syariah Terus Tumbuh Signifikan
Dikutip AyoJakarta.com dari Youtube Josan Channel 01 pada (15/3/23), diinformasikan ada beberapa sektor usaha yang boleh dan tidak diperbolehkan untuk mengajukan pinjaman di KUR BRI 2023.
Untuk sektor usaha yang boleh mengajukan pinjaman dalam program KUR BRI 2023 juga dibagi menjadi dua jenis.
Jenis sektor usaha yang pertama adalah golongan produksi, meliputi pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan.
Bagi sektor usaha berjenis produksi ini bisa mengajukan pinjaman di program KUR BRI 2023 sebanyak 4 kali.
Baca Juga: Pernah Nunggak Kredit? Bisa Kok Ajukan KUR BRI 2023, Ini Cara Agar Tak Gagal Pengajuan!
Lalu untuk jenis sektor usaha yang boleh mengajukan pinjaman di program KUR BRI 2023 adalah golongan non produksi.
Golongan sektor usaha non produksi ini meliputi usaha dalam bidang jasa dan juga perkebunan.
Untuk jenis usaha golongan non produksi ini bisa mengajukan pinjaman KUR BRI 2023 sebanyak 2 kali.
Sedangkan untuk jenis sektor usaha yang tidak dapat mengajukan pinjaman dalam program KUR BRI 2023 adalah jenis usaha besar.
Sektor usaha tersebut meliputi 3 jenis yaitu kontraktor, usaha pertambangan, barang bekas, dan juga online shop yang sistemnya pre-order atau PO.
Pasalnya untuk jenis usaha kontraktor dan pertambangan sendiri biasanya memerlukan modal besar di atas Rp500 juta.
Lalu untuk jenis usaha pengumpulan barang bekas tidak bisa mengajukan pinjaman di program KUR BRI 2023 karena sifat pendapatannya fluktuatif.
Sehingga pihak bank tidak mau mengambil resiko apabila nanti nasabah telat atau justru macet membayar angsuran.
Sama halnya dengan sektor usaha online shop yang sifatnya PO, pihak bank biasanya tidak akan acc pengajuan pinjaman karena saat survey tidak ada barang yang ready di tempat usaha.***

Share this article
Program Kredit Usaha Rakyat atau KUR BRI 2023 masih selalu jadi idaman bagi masyarakat. Terutama pelaku UMKM yang mengembangkan usahanya.