AYOJAKARTA.COM - Apple terus mengembangkan inovasi perangkat baru yang menarik perhatian konsumen global.
Berdasarkan bocoran terbaru, Apple sedang mengerjakan versi ekonomis dari Apple Vision Pro bernama Apple Vision Air.
Menurut informasi dari Kosutami yang dibagikan melalui platform X (Twitter), perangkat ini akan dihadirkan dengan harga yang lebih terjangkau dibanding Vision Pro yang sebelumnya dirilis dengan harga sekitar Rp50-60 juta.
Apple Vision Air dikabarkan akan menggunakan finishing warna midnight yang mirip dengan warna pada MacBook Air, berbeda dengan Vision Pro yang menggunakan warna silver.
Material titanium dipilih untuk mengejar target bobot yang lebih ringan, merespon keluhan pengguna Vision Pro yang merasa tidak nyaman saat penggunaan jangka panjang karena beban perangkat yang cukup berat di area pelipis dan bagian depan.
Perangkat ini juga diperkirakan akan menggunakan chipset M5 dan dijadwalkan rilis sekitar musim gugur 2025 (September-Oktober) atau musim semi 2026 (Maret-April).
Dengan harga yang diperkirakan sekitar Rp20-30 juta, Apple Vision Air diharapkan dapat menjangkau pangsa pasar yang lebih luas dan mampu bersaing dengan kompetitor lain di kategori AR/VR headset.
Setelah hampir 10 tahun berbagai rumor beredar, kini informasi tentang iPhone foldable atau "iLipet" semakin konkret.
Baca Juga: Pemerintah Umumkan Jadwal Pencairan Bantuan PKH dan BPNT Tahap Kedua Bulan Mei 2025
Menurut bocoran dari Mark Gurman dari Bloomberg dan Ming-Chi Kuo, iPhone foldable akan mengadopsi mekanisme lipatan serupa dengan Samsung Z Fold.
Saat dilipat, ketebalan perangkat diperkirakan sekitar 9,5 mm, sedangkan saat dibuka ketebalannya sekitar 4,5-4,8 mm.
Layar depan saat dilipat akan menggunakan diagonal 5,5 inci yang mirip dengan model iPhone Plus era terdahulu (iPhone 6 Plus, 6S Plus), dan saat dibuka ukuran layar dalamnya akan mencapai 7,8 inci, setara dengan ukuran iPad Mini.
Material yang digunakan dikabarkan merupakan perpaduan antara stainless steel dan titanium untuk memastikan durabilitas yang kuat mengingat adanya mekanisme pelipatan.
Kamera bagian dalam akan menggunakan teknologi underscreen camera (USC) mirip dengan yang sudah diterapkan pada Samsung Z Fold 4, 5, dan 6.
Yang menarik, menurut Ming-Chi Kuo, iPhone foldable ini kemungkinan akan menggunakan sensor Touch ID daripada Face ID untuk efisiensi ruang komponen hardware di dalamnya, sama seperti yang masih digunakan pada iPad Mini, iPad Air, dan iPad entry level.
Tantangan utama dalam pengembangan iPhone foldable adalah ketahanan baterai mengingat perangkat ini memiliki dua layar.
Menurut bocoran dari blog Korea dan dikonfirmasi oleh Ming-Chi Kuo, Apple akan menggunakan baterai high-density sales yang juga akan dipakai pada iPhone 17R yang diproyeksikan sangat tipis, mirip dengan iPad Pro M4 yang merupakan iPad tertipis yang pernah dibuat Apple.
Untuk harga, banyak analis memperkirakan iPhone foldable akan diposisikan di segmen premium dengan kisaran harga US$2.000-2.500 atau sekitar Rp30-40 juta di Indonesia.
Waktu peluncurannya diperkirakan pada akhir 2026 atau musim gugur 2026 menurut berbagai analis termasuk Jeff Pu dan Mark Gurman dari Bloomberg.
Meskipun terlambat memasuki pasar smartphone foldable dibandingkan kompetitor, Apple dikenal dengan pendekatan yang mengutamakan kesempurnaan produk sebelum diluncurkan.
Baca Juga: 1.967 CPNS Mengundurkan Diri Akibat Skema Optimalisasi Pemerintah, Kepala BKN Ungkap Fakta Baru
Seperti yang pernah terjadi dengan Touch ID, Face ID, dan fitur always-on display yang meskipun bukan yang pertama namun menawarkan pengalaman pengguna terbaik.
Dengan iPhone foldable yang akhirnya dirilis, pengguna akan memiliki perangkat yang menjembatani fungsi smartphone dan tablet dalam satu perangkat.
Share this article
Saat dilipat, ketebalan perangkat diperkirakan sekitar 9,5 mm, sedangkan saat dibuka ketebalannya sekitar 4,5-4,8 mm.