AYOJAKARTA.COM - Saat ini dunia teknologi dikejutkan dengan kenyataan bahwa iPhone 16 Pro yang diharapkan membawa revolusi baru dalam dunia content creation ternyata memberikan pengalaman yang mengecewakan.
Perangkat premium terbaru dari Apple ini hanya membawa satu peningkatan signifikan yaitu kemampuan merekam video 4K 120fps untuk slow motion berkualitas tinggi.
Namun fitur ini menjadi kurang berarti mengingat mayoritas content creator jarang membutuhkan fitur slow motion dalam produksi konten sehari-hari.
Bahkan penambahan tombol kamera kontrol yang seharusnya memberikan pengalaman seperti kamera profesional justru terasa tidak ergonomis.
Malah tambah mempersulit proses pengambilan gambar dibandingkan menggunakan kontrol layar sentuh.
Perbandingan langsung antara iPhone 16 Pro dan iPhone 15 Pro dalam situasi produksi nyata menunjukkan bahwa keduanya memiliki kualitas video yang nyaris identik.
Baca Juga: Pemerintah Tegaskan 2025 Menjadi Tahun Terakhir Status Guru Honorer di Indonesia
Fitur-fitur unggulan seperti Clear Image Zoom yang memungkinkan pembesaran gambar tanpa kehilangan kualitas signifikan.
Selain itu, dukungan format Apple ProRes dan kemampuan menghasilkan gambar yang tajam dan konsisten ternyata sudah ada di kedua perangkat.
Dalam pengujian untuk produksi konten profesional seperti review produk dan podcast, iPhone 15 Pro bahkan menunjukkan performa yang lebih stabil dan dapat diandalkan.
Hal ini membuat upgrade ke iPhone 16 Pro terasa seperti pemborosan mengingat harganya yang jauh lebih mahal.
Baca Juga: Sistem Baru Penerbitan NRG 2025 yang Membuat Guru Seluruh Indonesia Bernapas Lega dan Optimis
Masalah paling serius muncul ketika iPhone 16 Pro digunakan dengan aksesori eksternal untuk produksi konten profesional.
Perangkat ini mengalami masalah konektivitas yang parah dengan penyimpanan eksternal dan mikrofon nirkabel, di mana koneksi sering terputus secara tiba-tiba setelah 8-10 menit perekaman.
Berbeda dengan iPhone 15 Pro yang mampu merekam stabil hingga lebih dari 40 menit tanpa masalah konektivitas atau panas berlebih.
Situasi ini membuat iPhone 16 Pro tidak bisa diandalkan sebagai kamera utama dalam produksi konten, terutama untuk konten yang membutuhkan durasi perekaman panjang.
Ditambah dengan status ketersediaannya yang belum resmi di Indonesia seta harga yang jauh lebih tinggi.
Baca Juga: Selamat Tinggal Honorer! Pemerintah Resmikan Pengangkatan Massal ASN untuk Guru 2024
iPhone 16 Pro saat ini menjadi pilihan yang sulit direkomendasikan bagi content creator profesional yang menginginkan perangkat yang stabil dan dapat diandalkan.

Share this article
iPhone 16 Pro yang diharapkan membawa revolusi baru dalam dunia content creation ternyata memberikan pengalaman yang mengecewakan.