AYOJAKARTA.COM - Jakarta kembali dilanda cuaca panas ekstrem yang bikin banyak warga merasa gerah dan cepat lelah. Berdasarkan data BMKG dan BPBD DKI Jakarta, suhu udara di ibu kota serta sebagian besar wilayah Indonesia saat ini meningkat tajam pada siang hari.
Meski terasa menyengat, kondisi ini bukan gelombang panas (heatwave) seperti di negara subtropis, melainkan fenomena alami akibat posisi semu matahari yang tengah berada di selatan Indonesia.
Cuaca panas ini diperkirakan akan bertahan hingga akhir Oktober atau awal November 2025, tergantung datangnya musim hujan.
Baca Juga: Viral di 2025, Numerologi Jadi Panduan Baru Cari Arah Hidup
Namun, kamu tetap harus waspada. Cuaca panas berisiko menyebabkan dehidrasi, yaitu kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan dibanding yang masuk.
Saat cairan tubuh berkurang, fungsi vital seperti pengaturan suhu, pelumasan sendi, hingga pencernaan bisa terganggu. Dilansir dari akun resmi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, berikut 6 tanda kamu mulai mengalami dehidrasi:
- Sakit kepala tanpa sebab jelas.
- Bibir kering dan pecah-pecah.
- Warna urine gelap atau pekat.
- Rasa haus berlebih dan tenggorokan kering.
- Jarang buang air kecil atau volume urine berkurang.
- Tubuh terasa lemas dan sulit fokus.
Untuk mencegahnya, cukupi kebutuhan cairan harian dengan minum setidaknya 2 liter air putih per hari, atau lebih bila beraktivitas di luar ruangan.
Baca Juga: Mengapa iPhone 17 Layak Jadi HP Paling Worth It Dibeli di Tahun 2025? Ini Alasannya
Kamu juga bisa membantu hidrasi tubuh dengan mengonsumsi buah-buahan tinggi air seperti semangka, blewah, timun, dan stroberi.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, peningkatan suhu kali ini terjadi karena intensitas penyinaran matahari yang lebih kuat dari biasanya.
Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk menghindari paparan langsung sinar matahari pada pukul 10.00–15.00 WIB, menggunakan pakaian berwarna terang, serta mengaplikasikan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.
Cuaca panas memang tak bisa dihindari, tapi efeknya bisa diminimalkan dengan menjaga cairan tubuh tetap seimbang. Jadi, mulai sekarang jangan abaikan tanda-tanda kecil dehidrasi karena menjaga kesehatan di tengah panas Jakarta jauh lebih penting daripada sekadar menahan gerah.***
Share this article
Cuaca panas Jakarta akibat posisi semu matahari bisa sebabkan dehidrasi. Waspadai tanda seperti sakit kepala, bibir kering, urine gelap, dan haus. Minum 2 liter air tiap hari agar tetap sehat.