AYOJAKARTA.COM - Kebahagiaan pasangan selebritas Nita Vior dan pebasket nasional Vincent Rivaldi Kosasih atas kelahiran anak pertama mereka sempat diwarnai ujian.
Nita Vior, yang melahirkan putri pertama bernama Vinica Riviora Kosasih melalui operasi caesar di RS Pantai Indah Kapuk pada Jumat, 28 November 2025, harus menghadapi kondisi medis bernama ileus paralitik sesaat setelah operasi.
Lewat unggahan Instagram Story pada 2 Desember 2025, Vior mengungkapkan bahwa setelah operasi, ususnya tidak bisa menerima obat bius sehingga menyebabkan ileus paralitik.
Baca Juga: Pemprov Melalui BPBD DKI Jakarta Tingkatkan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Antisipasi Cuaca Ekstrem
Kondisi ini membuat ia tidak bisa bergerak, mengalami kembung, kesulitan menyusui, hingga sulit berbicara karena rasa tidak nyaman yang parah.
“Aku harus diinfus lagi, discan lagi. Teman-teman yang mau jenguk pun gak bisa ketemu karena aku bener-bener gak bisa ngomong,” ujar Vior.
Sebelum menjalani operasi caesar, Vior sempat berharap dapat melahirkan secara normal. Namun pembukaan tidak berkembang, hanya mencapai 0,5 cm meski sudah menunggu berjam-jam.
Ditambah lilitan tali pusar pada leher bayi, dokter akhirnya merekomendasikan tindakan caesar. Vincent yang setia mendampingi menjelaskan bahwa lilitan tersebut membuat bayi sulit turun ke panggul, sehingga proses persalinan tidak dapat berlanjut secara aman.
Apa Itu Ileus Paralitik?
Dilansir dari Alodokter, Ileus paralitik adalah kondisi ketika gerak peristaltik usus melemah atau berhenti, sehingga makanan tidak dapat bergerak melalui sistem pencernaan.
Kondisi ini sering terjadi setelah operasi, terutama operasi perut, akibat efek obat bius atau manipulasi organ pencernaan. Saat pergerakan usus terhenti, makanan dan gas menumpuk sehingga menyebabkan:
- Perut kembung atau membesar
- Nyeri atau kram perut
- Mual dan muntah
- Sembelit
- Hilang nafsu makan
- Tidak bisa buang gas
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis: Fondasi Generasi Emas Indonesia yang Sehat dan Cerdas
Jika tidak ditangani, ileus paralitik dapat berkembang menjadi kondisi berbahaya, termasuk robeknya dinding usus, yang dapat menyebabkan infeksi serius bernama peritonitis.
Penyebab dan Faktor Risiko
Selain operasi, beberapa obat dapat memicu ileus paralitik, seperti obat bius, opioid (morfin, oxycodone), hingga antidepresan trisiklik.
Kondisi medis tertentu, misalnya gangguan elektrolit, infeksi pencernaan, penyakit ginjal, atau kelainan saraf juga dapat meningkatkan risiko terjadinya ileus.
Kondisi ini lebih rentan dialami oleh lansia, pasien yang menjalani radioterapi, serta seseorang yang mengalami cedera di perut.***
Share this article
Nita Vior alami ileus paralitik usai operasi caesar, membuat usus tak bergerak normal. Ia mengalami kembung, mual, sulit bergerak, dan harus mendapat perawatan tambahan meski bayinya lahir sehat.