Stop Menyangkal! Memendam Emosi Bisa Menjadi Bumerang dan Mengganggu Kesehatan Mental Serta Merusak Lingkungan Sosial

Memendam Emosi Bisa Menjadi Bumerang dan Mengganggu Kesehatan Mental
Memendam Emosi Bisa Menjadi Bumerang dan Mengganggu Kesehatan Mental

AYOJAKARTA.COM - Memendam emosi dapat menyebabkan kondisi jiwa seseorang menjadi tidak seimbang, sehingga perlu dihindari untuk kesejahteraan diri sendiri.

Sayangnya, saat menghadapi berbagai permasalahan hidup, tidak jarang seseorang lebih senang memilih untuk memendam emosi sendirian.

Sehingga setiap kali diperlakukan tidak adil atau bahkan dizalimi, individu akan cenderung menanggapi dengan diam dan memendam emosi tanpa keberanian bersikap asertif.

Rasa takut, sedih, ragu, malu, marah dan berbagai tekanan emosi negatif akibat kebiasaan memendam emosi, merupakan hal yang bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri.

Baca Juga: MANTAP! Bansos PKH Alokasi November-Desember 2024 via Kartu KKS Sudah Muncul di SIKS-NG, Apakah Bakal Cair di Oktober Akhir? Ini Kata Petugas

Sebab memendam emosi, dalam jangka panjang akan melahirkan rasa inferior atau ketidak berhargaan diri, rendah diri bahkan kebencian karena perasaan gagal dalam membela diri.  

Memendam emosi setelah mengalami peristiwa tidak menyenangkan seringkali dianggap sebagai cara paling aman, sehingga banyak dijadikan sebagai pilihan.

Karena memendam emosi dapat menjadi kesalahan fatal, penting bagi setiap individu memiliki kemampuan mengenali emosi dan meregulasi.

Di samping dapat berdampak langsung pada kesehatan mental seseorang, memendam emosi juga bisa merusak setiap bentuk hubungan sehat di masa depan.

Baca Juga: KPM PKH Bakal Cair Bantuan Tambahan dengan Saldo Fantastis di Atas Rp3 Juta, Ini Jenis Bansos Tambahan yang Dimaksud

Dikutip dari kanal YouTube Pecinta Kucing, Senin (14/10/2024) kebiasaan menyangkal dengan setiap peristiwa yang dialami pikiran dan divalidasi oleh perasaan, akan membuat individu merasa tersisih dan terabaikan.

Meski dikelilingi dengan orang-orang terbaik di dalam hidup, individu yang cenderung memendam perasaan justru merasa tidak terhubung dan tersambung.

Akibatnya, individu yang senang memendam perasaan justru lebih cenderung tertutup, tidak jujur bahkan bisa melahirkan berbagai penderitaan bagi orang-orang terdekatnya.

Selain dapat merusak hubungan interpersonal dan sosial, kebiasaan memendam emosi juga bisa merusak hubungan istimewa antara individu dengan Dirinya Sendiri.

Dampak hubungan kurang baik antara seseorang dengan diri sendiri akan cenderung menjadikannya Manusia Berjiwa Kosong, sehingga selalu berusaha mengisi dengan validasi.

Demi bisa mendapatkan validasi eksternal, tidak jarang individu yang senang memendam emosi justru terjebak pada pola hidup dan rutinitas merusak serta destruktif.

Perasaan diri yang selalu diabaikan, tidak berharga, dan tidak layak bahagia, akan membuat individu menjadi mudah tertekan, dihantui rasa takut bahkan mengalami depresi.  

Karena itu saat menghadapi situasi yang diluar kendali diri, seseorang perlu secara sadar merilis beban emosi agar tidak merusak setiap potensi kebahagiaan hidup di masa depan.

Disamping mulai curhat dengan orang terdekat, melepas beban emosi juga dapat dilakukan dengan journaling atau menulis setiap isi perasaan serta berkonsultasi dengan Ahli. ***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# memendam emosi
# kesehatan

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.