AYOJAKARTA.COM-- Berawal dari sebuah toko IKEA pertama yang dibuka di Älmhult, Swedia pada tahun 1958 dan berubah menjadi rumah bagi IKEA Museum pada 2016 lalu. Kehadirannya menjadi ruang inspirasi bagi siapa pun yang mencintai desain, kreativitas, dan cerita di balik sebuah brand global.
IKEA Museum menjadi destinasi bagi yang merayakan perjalanan desain yang telah mengubah cara jutaan orang hidup di rumah mereka. Begitu melangkah masuk, pengunjung diajak menyusuri pameran utama “The Story of IKEA – Past, Present & Future”, yang terbagi dalam empat bagian: “Our Roots”, “Democratic Design”, “Hej Ingvar!”, dan “IKEA Through the Ages”.
Di sini, pengunjung bisa melihat bagaimana ide-ide sederhana berkembang menjadi solusi cerdas untuk kehidupan sehari-hari. Dari desain produk ikonik hingga evolusi katalog dan ruang-ruang rumah dari berbagai era, museum ini menghadirkan nostalgia sekaligus gambaran masa depan tentang bagaimana rumah terus berevolusi mengikuti gaya hidup.

Lebih dari sekadar museum perusahaan, IKEA Museum adalah tempat untuk memahami filosofi di balik setiap produk, bahwa desain yang baik seharusnya dapat diakses oleh banyak orang. Nilai inilah yang membuat IKEA relevan lintas generasi dan lintas budaya.
IKEA Museum hadir untuk memperdalam pemahaman tentang IKEA, bagaimana masa lalu, masa kini, dan masa depannya. Sebuah pameran-pameran yang menggambarkan desain pertama IKEA hingga yang terbaru.

"Pameran utama di IKEA Museum yang Anda lihat membawa Anda menelusuri asal-usul IKEA. Area kecil ini mengajak Anda memahami konsep desain demokratis melalui perjalanan kehidupan dari tahun 1950-an hingga hari ini," ungkap ungkap Manajer IKEA Museum, Pär Gustafsson berkisah didepan puluhan media dan konten kreator yang hadir dalam rangkaian acara IKEA Democratic Design Days 2026 di Älmhult beberapa waktu lalu.
Tidak hanya itu, IKEA Museum juga memiliki pameran mengenai bangunan museum ini sendiri. Selain itu, IKEA Museum juga rutin mengadakan pameran sementara.
"Bahkan hari ini, kami baru saja membuka pameran sementara baru berjudul Real Play," ujar Gustafsson. Real Play adalah pameran yang menantang cara pandang kita tentang makna bermain, sekaligus menunjukkan betapa pentingnya sifat playful di setiap usia.

Berdasarkan riset dan dirancang melalui lima ruang interaktif, pengunjung dapat merasakan berbagai cara bermain sekaligus mengaktifkan indera mereka.
Melalui pameran ini, IKEA Museum ingin membantu lebih banyak orang menemukan “play flow” mereka. Dan bukan tanpa alasan pameran ini hadir di IKEA Museum, sejak awal berdirinya, IKEA selalu identik dengan semangat bermain, rasa ingin tahu, kreativitas, serta keberanian menantang status quo.
Real Play bukan sekadar pameran visual, tetapi juga tentang merasakan dan mengalami secara langsung. Pengunjung diajak untuk bergerak, berkreasi, berkompetisi, bereksplorasi, dan berimajinasi di lima ruang interaktif yang masing-masing merepresentasikan tipe permainan menurut IKEA: Create, Explore, Imagine, Move, dan Compete.

Pameran tersebut menunjukkan pentingnya bermain dalam kehidupan kita, bagaimana permainan dapat memunculkan kreativitas, membangun kekuatan, mempererat hubungan, dan membantu perkembangan otak.
"Bermain itu penting. Dan seperti yang pernah dikatakan, 'Jangan menjadi terlalu dewasa. Itu adalah kesalahan. Teruslah bermain',” ungkap Gustafsson.
Sikap playful selalu memiliki peran penting bagi IKEA dan juga dalam pengembangan produk-produknya. Dalam hal ini, mencoba hal-hal baru, mencari solusi baru, dan menikmati prosesnya.

Setiap tahunnya, lebih dari 200.000 orang mengunjungi museum ini di Älmhult. Bagi yang belum sempat datang langsung ke Swedia, pengalaman serupa juga dapat dinikmati melalui platform digital IKEAmuseum.com yang tersedia dalam 11 bahasa, memungkinkan siapa pun untuk menjelajahi arsip, cerita produk, dan momen penting dalam sejarah desain IKEA dari mana saja.
IKEA Museum bukan hanya tentang melihat ke belakang, tetapi juga tentang menemukan inspirasi untuk menciptakan rumah yang lebih hangat, fungsional, dan bermakna hari ini. Tempat di mana desain bukan sekadar estetika, melainkan bagian dari cerita hidup sehari-hari.
Share this article
Berawal dari sebuah toko IKEA pertama yang dibuka di Älmhult, Swedia pada tahun 1958 dan berubah menjadi rumah bagi IKEA Museum pada 2016 lalu. Kehadirannya menjadi ruang inspirasi bagi siapa pun