AYOJAKARTA.COM-- Di IKEA, semuanya berawal dari realitas kehidupan sehari-hari di rumah yang sibuk dan penuh aktivitas. Mulai dari orang yang menjatuhkan diri ke sofa, bersandar di kursi, meletakkan cangkir kopi panas di atas meja, hingga menumpahkan saus tomat di karpet.
"Di IKEA Test and Development Lab di Älmhult, kami berkomitmen untuk membuat semua itu seaman, senyaman, setahan lama, semudah dibersihkan, dan semenyenangkan mungkin," kata Test Lab Manager IKEA of Sweden, Lina Henriksson.
Menyambut para peserta pada acara IKEA Democratic Design Days 2026 di Älmhult beberapa waktu lalu dia menyebut bahwa "Testing" bukanlah hal baru di IKEA.

"Sekarang kami akan memperkenalkan Anda pada proses testing di IKEA, saya ingin membawa Anda sedikit kembali ke sejarah. Setelah itu, tentu saja kita akan keluar dan melihat langsung proses sebenarnya, dan Anda juga akan bertemu dengan para ahli di bidangnya," ungkap dia di hadapan media dan konten kreator dari seluruh dunia yang hadir hari itu.
Sejak tahun 1960-an, Ingvar Kamprad sang Pendiri dari Raksasa IKEA ingin membuktikan bahwa orang-orang salah ketika mengatakan bahwa peralatan mahal selalu lebih baik dibandingkan peralatan murah.

Jadi dia mengambil dua lap tangan, satu mahal dan satu murah. Kemudian ia menguji keduanya pada titik yang sama dan menunjukkan bahwa peralatan yang murah ternyata justru lebih baik daripada yang mahal.
Pengujian itu dimuat di majalah berbahasa Inggris "Allt i Hemmet", yang sangat besar pada era 1950-an dan 1960-an di Swedia. Majalah itu memiliki audiens yang luas dan sangat berpengaruh.

Namun, Ingvar tidak berhenti di sana. Ia melangkah lebih jauh dengan membangun laboratorium pengujian IKEA sendiri pada tahun 1960-an. Tahun 1964, laboratorium itu dibuka di toko sehingga pelanggan bisa datang, berjalan-jalan, dan melihat langsung para teknisi melakukan pengujian.
Meskipun para teknisi saat itu tidak terlalu menyukainya, mereka merasa seperti bekerja di dalam akuarium,. Beberapa tahun kemudian laboratorium dipindahkan. Namun sejak saat itu, fasilitas testing selalu menjadi bagian penting di Älmhult, Swedia.
Di Älmhult, IKEA of Sweden memiliki IKEA Global Test Lab. Dimana di sini ada sekitar 30 karyawan dan setiap tahunnya ada sekitar 10.000 pengujian dengan fokus pada functional testing.
IKEA of Sweden juga memiliki fasilitas pengujian ITCS di Shanghai, serta bekerja sama dengan lebih dari 100 laboratorium pengujian eksternal terakreditasi di seluruh dunia. Dengan sekitar 150 karyawan, mereka melakukan sekitar 300.000 pengujian setiap tahun. Mereka menangani pengujian pengembangan serta verifikasi akhir sebelum produk mulai diproduksi.

"Selain itu, kami juga bekerja sama dengan sekitar 100 laboratorium eksternal di berbagai negara yang membantu melakukan verifikasi akhir sebelum dan selama proses produksi.Kami selalu memulai dari pengujian standar, memastikan keamanan, kepatuhan terhadap aturan, regulasi, dan berbagai persyaratan lainnya," ungkap dia.

Di gedung ini, lanjut dia, IKEA mencoba berpikir seperti pelanggan.Yakni bagaimana mereka akan menggunakan produk IKEA, lalu uji coba dilakukan berdasarkan perilaku tersebut. Semua ini dilakukan sejak awal proses pengembangan produk.
Pengujian dilakukan selayaknya bagaimana orang-orang melompat di atas tempat tidur, bermain di sofa, duduk dengan berbagai cara di kursi, dan sering kali sangat kreatif dalam menggunakan produk. "Dan itu harus kami perhatikan dengan serius agar produk juga tahan terhadap penggunaan seperti itu," katanya.
Di balik desain yang sederhana dan harga yang terjangkau, setiap produk IKEA melalui proses yang jauh lebih kompleks dari yang terlihat. Setiap tahunnya, IKEA melakukan lebih dari satu juta pengujian produk, mulai dari tahap pengembangan hingga verifikasi, yang tujuannya untuk memastikan setiap item tahan lama, aman digunakan, dan memenuhi regulasi di 63 pasar global.

Pengujian bukan hanya bagian dari proses awal sebelum produk diluncurkan. Di IKEA, evaluasi dilakukan secara berkelanjutan sepanjang siklus hidup produk. Pendekatan ini memungkinkan tim untuk memahami bagaimana furnitur dan perlengkapan rumah benar-benar digunakan dalam kehidupan sehari-hari, dari ruang keluarga hingga dapur, dari hunian kecil hingga rumah keluarga besar.
Berbasis di Älmhult, Swedia, IKEA Test Lab menjadi pusat utama pengujian global. Fasilitas ini dilengkapi teknologi dan metode simulasi yang mereplikasi berbagai kondisi penggunaan, mulai dari uji ketahanan beban, stabilitas, hingga faktor keamanan dan daya tahan jangka panjang.
Melalui pendekatan berbasis data dan riset mendalam, IKEA menegaskan bahwa kualitas bukan sekadar klaim, melainkan komitmen. Setiap produk yang hadir di rumah pelanggan membawa hasil dari serangkaian pengujian ketat, sebuah proses panjang untuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan ketahanan dalam jangka panjang.
Share this article
Di IKEA, semuanya berawal dari realitas kehidupan sehari-hari di rumah yang sibuk dan penuh aktivitas. Mulai dari orang yang menjatuhkan diri ke sofa, bersandar di kursi, meletakkan cangkir kopi panas