AYOJAKARTA.COM -- Inner child merupakan bagian penting dalam hidup seseorang yang akan berdampak luas pada kehidupan di masa depan.
Menjadi bagian penting dari alam bawah sadar, inner child yang terabaikan akan sangat mempengaruhi kualitas hubungan interpersonal seseorang.
Peristiwa tidak menyenangkan serta luka batin di masa kecil atau inner child yang dialami seseorang dan belum terselesaikan, akan menentukan kualitas hidup.
Baca Juga: 4 Ekspresi Luka Inner Child yang Sering Muncul saat Kamu Dewasa
Karena pentingnya kondisi inner child bagi kehidupan di masa depan, penting bagi setiap individu mengenali keberadaan tandanya.
Dengan mengetahui tanda inner child dalam diri seseorang, maka kesempatan untuk bisa mendapat kebahagiaan akan menjadi sangat memungkinkan.
Tanda pertama masih adanya luka batin di masa kecil adalah kuatnya rasa takut akan pengabaian atau ditinggal pergi.
Baca Juga: Edukasi Psikologi: Tak Semua Gangguan Mental Berasal dari Inner Child, Begini Penjelasan Psikiater
Individu yang masih memiliki luka batin masa kecil akan cenderung menjadi ragu atau bahkan tidak percaya untuk menerima cinta dari orang lain atau trust issues.
Bagi individu yang masih memiliki luka batin di masa kecil, kepercayaan terhadap diri sendiri dan orang lain merupakan hal sukar untuk bisa dilakukan.
Akibat ketakutan untuk diabaikan dan tidak memiliki kepercayaan, individu dengan luka batin akan cenderung hidup sesuai aturan atau keinginan sendiri.
Baca Juga: Sering jadi Penyebab Buruknya Hubungan, Inilah Jenis Pola Hidup dengan Inner Child Masih Meradang
Tanda ketiga dari individu yang masih menyimpan inner child dalam diri adalah kuatnya rasa bersalah, sehingga cenderung selalu ingin menyenangkan orang lain.
Tanda keempat individu yang masih menyimpan luka batin masa kecil adalah ketakutan dalam membuat dan menentukan batasan diri.
Kombinasi perasaan takut tidak dihargai, keinginan menyenangkan orang lain, membuat individu yang masih memiliki inner child sulit memahami batasan diri atau self boundaries.
Tanda kelima dari individu yang masih memiliki luka batin masa kecil adalah mudah kehilangan sabar dan menjadi sangat pemarah.
Baca Juga: Tips Psikologi: Mengenali Inner Child bukan untuk Menyalahkan Orang Tua
Kemarahan seseorang yang masih mengalami luka batin masa kecil, muncul sebagai bentuk pelampiasan kemarahan atas peristiwa di masa lalu.
Akumulasi kekesalan dan kekecewaan di masa kecil yang tidak terpenuhi, menjadikan individu dengan luka batin cenderung lebih agresif.
Tanda keenam dari individu yang masih belum tuntas dengan luka batin masa kecil adalah kesulitan untuk mengubah kebiasaan perilaku atau Move On.
Baca Juga: 3 Efek dari Inner Child yang Terluka, Apakah Kamu Pernah Mengalaminya? Simak di Sini Penjelasannya
Selain itu, jebakan emosional dan perangkap beban psikologis yang ditimbulkan oleh luka batin di masa kecil juga menyebabkan individu lebih senang menyangkal.
Untuk memulihkan luka batin masa kecil, selain diawali dari kesadaran diri juga membutuhkan bantuan Ahli dan dukungan sosial.***

Share this article
Mengetahui tanda inner child dalam diri seseorang, maka kesempatan untuk bisa mendapat kebahagiaan akan menjadi sangat memungkinkan.